Lihat Cara Para Siswa SD di Bone Ini Bertaruh Nyawa untuk Sampai ke Sekolah

682 views

Dailymoslem – Cerita tentang jembatan runtuh yang tak kunjung diperbaiki memang sudah jadi makanan sehari-hari di Indonesia. Kali ini, cerita jembatan runtuh selanjutnya datang dari Kahu Bone, yang tak lain adalah kampung halaman Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Jembatan ini menjadi satu-satunya alat penghubung murid-murid di Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone menuju sekolah mereka di SD Inpres 657 Hulo.

Seperti dilansir tribunnews.com, setiap hari siswa-siswa SD ini harus melalui jemabatan tali sepanjang 30 meter ini dengan cara bergelantungan. Sementara di bawah mereka terbentang Sungai Hulo dengan aliran yang cukup deras. Tanpa memikirkan resiko yang akan didapat jika terjatuh, tubuh-tubuh kecil siswa SD ini terus bergelantungan hingga mencapai ujung tali yang diikatkan pada sebuah pohon di tepian sungai.

Jika hari sedang hujan, maka mereka terpaksa tidak bisa masuk sekolah karena tali jembatan akan sangat licin dan tidak memungkinkan untuk dilewati. Jembatan ini menghubungkan Desa Biru, Cenrana dan Desa Palakka, Kecamatan Kahu. Para siswa juga harus melewati tali dengan cara mengantri.

Kondisi ini sudah berlangsung selama satu tahun tanpa tindakan apapun dari pemerintah. Sepatutnya kita bercermin pada kegigihan para penerus bangsa yang berani mempertaruhkan nyawa demi mendapat pendidikan ini, meski terkadang pemerintah sendiri tidak mendukung kegigihan mereka. Semoga Indonesia segera pulih dari kondisi pendidikan yang memprihatinkan ini.

(Visited 288 times, 1 visits today)