Kontroversi Masuk Sekolah Lima Hari di Sekolah -Sekolah Negeri Di Solo

113 views Leave a comment
Kontroversi Masuk Sekolah Lima Hari di Sekolah -Sekolah Negeri Di Solo

Dailymoslem  – Jam belajar sekolah-sekolah negeri di Indonesia umumnya dimulai pada jam 7 pagi dan berakhir pada jam 12 siang. Ada juga sekolah siang yang dimulai dari jam 12 siang hingga jam 5 sore. Hanya sekolah swasta saja biasanya yang menerapkan jam belajar full day dan lima hari masuk sekolah. Namun, pemerintah Solo tampaknya sedang bereksperimen dengan masuk sekolah lima hari ini untuk sekolah-sekolah negeri di Solo.

Rencananya, jam belajar baru ini akan diaplikasikan pada siswa-siswi angkatan 2015/2016 mendatang. Salah satu sekolah yang menjadi uji coba jam belajar terbaru ini adalah SMA Negeri 1 Karanganom, Klaten. Meski baru masuk masa uji coba, sistem belajar baru ini sudah menuai kontroversi dari berbagai pihak, terutama siswa, guru dan orangtua murid.

“Memang jam sekolah yang panjang membuat siswa merasa jenuh. Tapi, juga bisa membikin siswa lebih disiplin dan cerdas. Sedangkan negatifnya, jadi jarang ketemu orang tua. Pagi hari saya berangkat, mereka masih beristirahat, saat saya pulang, ayah saya sudah berangkat kerja,” ujar Bagaskara Putra Pratama, siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Karanganom yang sudah mencoba sistem baru ini, dilansir dari solopos.com.

Sedangkan Musrifah Eka Arumsari, siswi SMA Negeri 4 Solo yang belum mencoba sistem ini menyatakan ketidaksetujuannya apabila lima hari sekolah benar-benar diterapkan. Sekolahnya pun hingga saat ini belum menjalankan ujicoba SE Gubernur tersebut. “Guru pernah menyosialisasikan tentang hal ini dan saya kurang setuju karena jam belajar yang terlalu panjang membuat siswa jenuh berada di sekolah. Masuk sekolah jam 06.45, pulang sekitar pukul 13.00. Seusai itu kegiatan bebas dan bisa beraktivitas yang lain. Kalau masuk sekolah lima hari, pulang sekolah sudah capek. Orang tua juga kurang setuju dengan kebijakan tersebut,” kata dia.

Ketidaksetujuan juga diutarakan oleh Albert Banuangga, Guru Bahasa Indonesia SMP Pangudi Luhur Bintang Laut, Solo. Ia mengatakan, “Saya membaca di Internet, kalau siswa usia SMP sebaiknya memiliki jam bermain untuk membantu mereka tetap fokus. Kalau lima hari sekolah dipraktikkan, menurut saya akan mengurangi konsentrasi siswa.”

Beberapa siswa umumnya mennyetujui rencana perubahan jadwal belajar ini asalkan dengan catatan jam belajar dalam satu harinya bisa dikurangi karena mereka membutuhkan waktu untuk mengerjakan PR sepulang sekolah dan juga harus mengikuti ekstrakurikuler di hari Sabtu meski tidak wajib.

(Visited 442 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS