Kisah Seorang Jamaah yang Selamat dari Tragedi Mekkah Setelah Menyelamatkan Qur’an yang Kebasahan

197 views Leave a comment
Kisah Seorang Jamaah yang Selamat dari Tragedi Mekkah Setelah Menyelamatkan Qur'an yang Kebasahan

Dailymoslem – Tragedi Mekkah yang terjadi Jum’at lalu bukan hanya menyisakan duka bagi seluruh umat muslim di dunia, tapi juga menyisakan kisah-kisah mengharukan keluarga korban yang ditinggalkan maupun kisah-kisah para jema’ah yang selamat.

Keajaiban terjadi pada seorang jema’ah haji, yaitu Purwanto (55) yang berada sangat dekat dengan titik jatuhnya crane di Masjidil Haram. 

Menurut pengakuannya, Purwanto sedang membaca Qur’an di dekat Ka’bah sewaktu badai pasir melanda. Karena tidak ingin Qur’annya basah terkena cipratan air, maka Purwanto memutuskan untuk berpindah tempat.

Baru sepuluh detik setelah Kepala Dinas Pasar dan Perdagangan Metro itu bangkit dari duduknya dan melangkah menjauh, ia mendengar bunyi benda jatuh yang sangat menggelegar di belakangnya. Saat menengok Purwanto menemukan sebuah tiang besar sudah jatuh menghantam lantai marmer dengan mayat-mayat bergelimpangan dan orang berlarian tak tentu arah.

“Besi itu membentur tiang di lantai dua. Mental lagi ke bawah sampai menghancurkan lantai marmer di lantai satu. Masyaallah, itu tepat di tempat saya duduk (saat membaca Alquran),” tutur jemaah haji asal Lampung ini, Minggu (13/09) dilansir dari berita24h.com.

“Saya menangis saat itu. Saya masih menggendong Alquran. Ya Allah, saya selamat karena Alquran. Seandainya saya tidak pegang Alquran, saya tidak tahu lagi,” lanjutnya.

Setelah peristiwa yang cukup mengguncang jiwanya tersebut, Purwanto masih berdiri terpaku di depan crane yang terjatuh. Ia melihat dua orang Iran di sebelahnya berdo’a meski hujan mengguyurnya, orang-orang mulai memperingatkan untuk berhenti mengambil foto dan berdo’a, maka Purwanto pun ikut berdo’a.

Setelah itu, Purwanto naik ke lantai dua untuk melakukan sholat maghrib dan isya.

“Setelah kejadian, saya salat Magrib dan Isya di tempat Sa’i lantai dua. Setelah Isya, saya kembali turun untuk melihat kondisi. Ternyata sudah rapi. Dari peristiwa, itu sekitar satu jam,” jelas Purwanto.

(Visited 198 times, 1 visits today)