Kisah Musa La Ode, Hafidz Cilik yang Harumkan Nama Indonesia Di Mesir

318 views Leave a comment
Kisah Musa La Ode, Hafidz Cilik yang Harumkan Nama Indonesia Di Mesir

Dailymoslem – Musa La Ode Abu Hanafi diutus Pemerintah RI melalui Kemenag untuk memenuhi undangan Kementrian Wakaf Mesir, mengikuti Musabawah Hifzil Qur’an (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016. Meski tak membawa pulang gelar juara 1, bocah 7 tahun tersebut memenangakan hati para dewan juri dan warga Mesir dengan hapalan Al-Qur’an-nya yang mengagumkan.

Sejak awal kedatangannya, Musa yang mengikuti loma cabang Hifz Al-Qur’an 30 juz untuk golongan anak-anak ini telah diwawancara salah satu media di Mesir, MENA, karena merupakan peserta termuda, sementara peserta lainnya berusia di atas 10 tahun. Meski menjadi peserta termuda, Musa melalui semua soal dengan tenang, tanpa salah maupun lupa. Sementara peserta lain beberapa kali salah dan lupa hingga diingatkan dewan juri.

Ketua dewan juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quraa Mesir dan sejumlah hadirin sampai meneteskan air mata karena ketenangan Musa membawakan ayat0ayat Al-Qur’an. Meski begitu, Musa hanya menyabet gelar juara ke-3 karena menurut Syeikh Helmy Gamal bacaan Al-Quran diatur dengan kaedah dan hukum yang jelas dan tidak bisa dikesampingkan antara lain terkait makharijul huruf.

Seusai tampil, bocah yang masih belum fasih melafalkan bunyi ‘R’ itu bahkan langsung diserbu para hadirin yang ingin foto bersamanya, juga menciumi kepalanya sebagai bentuk takzim, sebagaimana budaya masyarakat Arab. Tak hanya itu, dewan juri dan panitiapun saling berburu untuk mendapatkan foto berasma Musa. Bahkan para peserta saingan Musa yang lainnyapun menunjukkan rasa kagum mereka pada penampilan Musa.

(Baca: Cara Mendidik Anak Agar Hafidz Qur’an)

Tak berhenti sampai di situ, Musa bersama sang ayah Abu Hanafi juga dipanggil secara khusus oleh Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa yang mengundang Musa dan Hanafi tampil pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang akan diadakan pada Ramadan mendatang. Rencananya, presiden Mesir juga akan memberikan penghargaan langsung pada Musa dalam acara tersebut. Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi mereka selama berada di Mesir. Menteri Gomaa mengaku takjub pada Musa yang tak bisa berbahasa Arab tapi dapat menghapal Qur’an dengan sempurna.

Lauti Nia Sutedja, Kordinator Fungsi Pensosbud KBRI Cairo menuturkan, “Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia. Banyak peserta yang menyebutnya sebagai mukjizat. Alhamdulillah, staf kami telah berhasil merekam penampilan Musa secara utuh. Dalam waktu dekat akan kita turunkan pada laman resmi KBRI di situs jejaring Facebook dan Youtube agar dapat disaksikan oleh masyarakat di tanah air.”

(Baca: Rahasia Rasya El Ghaffar Didik Anak Menjadi Hafidz Qur’an)

Sementara Meri Binsar Simorangkir, KUAI KBRI Cairo menyatakan bangga bahwa Musa yang masih kecil telah berhasil mengharumkan nama Indonesia melalui Al-Quran. Menurutnya, KBRI Cairo dalam hal ini sangat mendukung upaya Musa dalam meraih prestasinya, karena ia membawa nama Indonesia.​

Perlombaan ini diikuti oleh 80 orang yang berasal dari 60 negara yaitu Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan Indonesia. Musa merupakan satu-satunya delegasi dari Indonesia.

(Visited 1,237 times, 1 visits today)