Kenapa Selalu Ada Perbedaan Jatuhnya Hari Idul Fitri Di Indonesia?

787 views
sholat ied

Dailymoslem – Hari Lebaran adalah hari yang ditunggu oleh seluruh umat muslim. Namun, ada yang unik dengan Lebaran di Indonesia, yaitu penentuan hari Lebaran yang seringkali berbeda-beda antara ormas atau kelompok Islam, sehingga seringkali umat Islam di Indonesia merayakan Lebaran di hari yang berbeda.

Apa sih, yang menjadi patokan ditentukannya Idul Fitri?

Manusia menggunakan sistem tata surya untuk menentukan penanggalan. Maka, Idul Fitri juga ditentukan berdasarkan hilal atau bulan sabit. Jika bulan sabit sudah terlihat di langit, maka hari tersebut bisa ditentukan sebagai tanggal 1 Ramadhan atau tanggal 1 Syawal pada bulan sabit berikutnya.

Nah, karena perputaran bumi, maka kemmunculan bulan di berbagai negara bisa bermacam-macam waktunya, itulah kenapa bisa terjadi perbedaan tanggal 1 Ramadhan dan tanggal 1 Syawal di berbagai negara.

Tapi, bagaimana bisa di satu daerah yang sama Idul Fitri bisa jatuh pada hari yang berbeda-beda?

Perbedaan jatuhnya Idul Fitri di satu daerah yang sama telah menjadi sesuatu yang khas di Indonesia. Jangankan di satu negara, dalam satu daerah pun kita bisa melihat kelompok muslim yang berbeda merayakan Idul Fitri di hari yang berbeda.

Hal ini bisa jadi disebabkan karena banyaknya umat muslim di Indonesia yang terbagi menjadi banyak ormas. Ormas-ormas tersebut biasanya memiliki ahlinya sendiri-sendiri untuk melakukan ijtihad, baik dengan mengikuti hilal yang terlihat di Arab maupun mencari hilal sendiri. Itulah yang menyebabkan banyak umat Islam di Indonesia yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok merayakan Idul Fitri berdasarkan ijtihadnya masing-masing.

(Baca juga: Dandan Di Hari Lebaran, Hati-Hati Hijab Punuk Unta)

Di luar ormas-ormas tersebut, pemerintah juga melakukan ijtihad yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia dengan cara sidang isbath yang biasanya dilakukan sehari menjelang hari Lebaran yang sudah ditentukan di kalender. Namun, meski pemerintah sudah mengumumkan hasil sidangnya, masih banyak ormas yang bersikukuh merayakan Idul Fitri menurut perhitungannya sendiri jika perhitungan tersebut tidak sesuai dengan perhitungan dari pemerintah.

Lalu, kita harus ikut yang mana?

Sebagai sesama muslim, kita wajib menghargai setiap ijtihad yang dilakukan oleh setiap kelompok, terlepas kita setuju atau tidak dengan hasil ijtihad tersebut. Juga karena kita bukan ahli ru’yat, bukan ahli hisab dan juga tidak memiliki ilmu yang cukup untuk berijtihad, maka sebaiknya kita bertaqlid pada ahlinya, baik itu ahli yang dimiliki pemerintah ataupun ahli dari kelompok Islam yang kita ikuti.

(Baca juga: Sajian Unik Di Hari Lebaran Dari Berbagai Daerah Di Indonesia)

Saat para ahli mengeluarkan hasilnya, kita bisa melihat dasar yang digunakan para ahli tersebut untuk menghasilkan tanggal Idul Fitri, kemudian kita punya hak untuk memilih manakah hasil yang bisa kita terima. Menurut Ahmad Sarwat, Lc., meskipun setiap ahli bisa menghasilkan tanggal yang berbeda-beda, tidak ada ulama yang bisa berdosa karena menghasilkan tanggal yang salah, karena ijtihad yang dilakukannya tetaplah dengan tujuan kepentingan umat.

Wallahu ‘Alaam bishawab.

Sumber:

Zenius.net

Nasional.kompas.com

Mozaikislam.com

(Visited 472 times, 1 visits today)