Kenapa Lebaran Identik Dengan Ketupat?

602 views
ketupat lebaran

Dailymoslem – Di hari Lebaran, ketupat menjadi menu wajib yang harus ada hampir di seluruh daerah di Indonesia. Makanan yang terbuat dari beras ini biasanya disajikan dengan opor ayam, sambal goreng kentang dan rendang.

Asal-Usul Ketupat

Ketupat ini awalnya diperkenalkan sebagai makanan khas Lebaran oleh Sunan Kalijaga pada saat menyebarkan Islam di Jawa Tengah. Ketupat awalnya disebut kupat, kependekan dari “ngaku lepat” atau mengaku salah. Di hari Lebaran, pada saat itu masyarakat memasak ketupat kemudian membagikannya ke rumah keluarga dan kerabat sebagai pengakuan rasa bersalah.

Hingga saat ini, ketupat menjadi makanan wajib di hari Lebaran baik untuk dijadikan hantaran ataupun menjadi sajian di rumah, bukan hanya di kawasan pulau Jawa bahkan hampir di seluruh Indonesia.

(Baca juga: Tips Berilaturahmi dengan Calon Mertua di Hari Lebaran)

Filosofi Ketupat

Selain itu, ketupat juga memiliki filosofi yang dalam. Anyaman ketupat yang rumit menggambarkan rumitnya kesalahan yang kita miliki. Pada saat dibelah, terlihatlah bagian dalam kupat yang berwarna putih, menggambarkan hati kita yang putih bersih setelah mengakui kesalahan dan memaafkan orang lain.

Selain itu, warna putih bagian dalam ketupat juga menggambarkan hati kita yang kembali bersih setelah sebulan berpuasa, menahan hawa nafsu, melakukan berbagai ibadah dan membayar zakat fitrah sebagai penyempurnanya.

Sunan Kalijaga memang tercatat sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan ketupat di Indonesia hingga menjadi sajian khas Lebaran. Namun, belum ada literatur yang menjelaskan kapan dan siapa orang yang pertama kali menemukan ketupat.

(Baca juga: Sajian Unik Di Hari Lebaran Dari Berbagai Daerah Di Indonesia)

Makanan yang menjadi khas di Hari Raya umat muslim di Indonesia ini bahkan tak dikenal di Arab yang merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia.

Ketupat menjadi ciri khas yang memperkaya khazanah budaya Indonesia khususnya untuk masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Disarikan dari berbagai sumber.

(Visited 431 times, 1 visits today)