Kekuatan Maha Dahsyat Dibalik Gerhana Matahari

140 views Leave a comment
Suasana Equinox Pertama di Bandung

Dailymoslem – Acara-acara untuk meramaikan fenomena alam langka yang akan terjadi di lintasan jamrud khatulistiwa sudah terkordinir rapih ditangan-tangan dingin yang terampil. Bahkan iklan berstandar internasional pun sudah lama digembar-gemborkan demi menarik hati para wisatawan pemburu objek langka di dalam kameranya.

Cerdik memang, merubah sebuah momen langka menjadi pengisi pundi-pundi devisa negara adalah sebuah hal yang brilian. Namun sebenarnya, apa yang harus dilakukan seseorang saat gerhana terjadi?

Sebagai agama yang rahmatan lil a’alamin, Islam telah mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan oleh umatnya dikala gerhana terjadi. Hal ini dicontohkan oleh panutan kita semua Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Aisyah, salah satu istri nabi muhammad meriwayatkan bahwa suaminya selalu terlihat cemas saat melihat hari mendung tiba-tiba.

Rasulullah  –shallallahu alaihi wa sallam– apabila melihat mendung di ufuk langit, maka beliau meninggalkan aktivitasnya, meskipun dalam keadaan shalat, kemudian menghadap kepadanya. Apabila Allah menyingkapnya, maka beliau memuji-Nya dan apabila turun hujan, beliau berdoa, ‘Ya Allah jadikanlah hujan ini adalah hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari Adabul mufrad)

Hal ini jelas berbeda dengan sikap-sikap kaum musyrikin yang merasa gembira jika mendung tiba. Mereka menganggap, mendung tersebut hanya akan menurunkan hujan sebentar lagi turun. Padahal mudah bagi Allah untuk menurunkan adzab yang paling dahsyat melalui fenomena apapun. Ya, salah satunya adalah azab kaum ‘Ad yang ditimpakan badai yang amat besar.

Bukan perayaan yang dianjurkan oleh Islam untuk dilakukan saat gerhana berlangsung, melainkan melakukan shalat dengan hati yang takut dan tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).” (HR. Bukhari 1043 dan Muslim 2147)

Begitulah cara Islam saat gerhana tiba. Meski sangat menggoda untuk diabadikan, namun sebaiknya sebagai manusia yang berpikir, pemahaman bahwa apapun yang terjadi di dunia ini merupakan tanda kekuasaan Allah harus tetap ada. Jangan sampai, fenomena besar seperti ini malah membuat lupa bahwa ada Dzat Maha Dahsyat yang membuatnya ada.

 

(Visited 935 times, 1 visits today)