Katanya Syaitan Dibelenggu Saat Ramadhan, Tapi Ko Kita Masih Merasa Malas?

533 views
malas

Dailymoslem – Ada istilah yang menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan semua syaitan di belenggu. Di belenggu seperti itu, syaitan seharusnya tidak bisa mengganggu kita untuk beribadah. Namun, faktanya kebanyakan orang malah menjadi ‘malas’ saat menjalani puasa.

Puasa dijadikan ‘kambing hitam’ untuk kemalasan yang muncul pada siang hari. Sekilas ‘malas’ yang muncul di sepanjang bulan Ramadhan terlihat wajar. Bagaimana tidak? Bila hari-hari biasanya kita mengkonsumsi makanan dan minum di siang hari, pada bulan Ramadhan kita harus menghemat energi agar dapat melakukan kegiatan disiang dan dimalam hari.

Pandangan menarik di berikan oleh Mohammed A. Faris founder dari ProductiveMuslim.com. Ia menyebutkan bahwa kebanyakan dari kita tinggal di rumah yang nyaman, bekerja di tempat yang nyaman pula dan pergi ke kantor menggunakan mobil ber-AC. Hanya sedikit yang bekerja di ladang dan berpanas-panasan. Lalu sebenarnya untuk apa kita menghemat energy?

Faris menyatakan bahwa sumber kemalasan bukan dari puasa dan kegiatan yang kita kerjakan selama Ramadhan. Ada dua faktor utama yang menurutnya menjadi biang dari kemalasan di bulan Ramadhan, yaitu:

Laziness begets laziness

Yep, satu kemalasan melahirkan kemalasan yang lain. Kebanyakan dari kita memiliki gaya hidup yang jauh dari gaya hidup nenek moyang kita. Bekerja di depan layar komputer. Lebih banyak waktu duduk dibandingkan waktu untuk bergerak. Kita lebih sering menghabiskan waktu di dalam ruangan dibanding di lapangan.

Hal ini yang menurutnya membuat kita malas dan menjadi tidak ingin melakukan hal-hal yang aktif. Apalagi saat bulan Ramadhan, dimana kita dilarang makan dan minum di siang hari.

Laziness is a mood, not a deficiency

Malas itu berasal dari pikiran, dan akhirnya mempengaruhi suasana hati. Malas bukan sebuah kekurangan atau ketidakmampuan kita menghadapi sesuatu. Untuk menjelaskan hal ini, Faris memiliki sebuah trick question yaitu “Why you’re lazy to do something, are you physically not able to get the task done, or is it in your mind? – Mengapa kamu malas mengerjakan sesuatu? Apakah memang karena secara fisik kamu tak bisa menyelesaikan tugas tersebut atau itu hanya ada dalam pikiran kamu?”

Kemalasan yang muncul di bulan Ramadhan, bukan karena ketidakmampuan fisik namun berasal dari dalam pikiran yang memberikan pengaruh besar pada fisik kita. Jadi saat kita merasa lebih cepat lemas dan capek saat Ramadhan semua itu berasal dari dalam pikiran.

Nah, dengan mengetahui sumber kemalasan saat Ramadhan, Insya Allah kita bisa menjalani bulan suci dengan lebih baik lagi. Atasi kemalasan tersebut dan buatlah Ramadhan menjadi lebih produktif sehingga kita akan mendapatkan kemenangan hakiki di akhir nanti. Amin.

(Visited 305 times, 1 visits today)