Inilah Alasan Dibalik Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Produk Kain

111 views Leave a comment
Inilah Alasan Dibalik Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Produk Kain

Dailymoslem – Baru-baru ini salah satu produk softener asal Amerika mengundang kontroversi karena pihaknya mengakui adanya kandungan lemak babi dalam produk pelembut pakaian tersebut, yaitu Downy pelembut pakaian.

Namun, kontroversi tersebut mereda di kawasan Indonesia dan Malaysia karena pihak Downy Indonesia dan Malaysia meluruskan bahwa pembuatan Downy di Malaysia dan Indonesia menggunakan formula yang berbeda dengan Downy Amerika, meski sampai saat ini mereka belum mengantongi sertifikat halal.

Tak berhenti sampai di sini, hal ini tetap meninggalkan keresahan di kalangan umat Muslim yang mempertanyakan kehalalan kain. Pasalnya, penggunaan softener atau pelembut pakaian yang kemungkinan menggunakan lemak babi juga dilakukan dalam proses akhir pembuatan kain, seperti dilansir dari halhalal.com.

Memang tidak semua softener menggunakan bahan lemak babi, tapi penggunaan babi ini sangat mungkin digunakan karena lemak babi memang bisa memberi efek lebih lembut pada kain daripada lemak yang diambil dari nabati atau jenis hewan lainnya. Lihat proses pembuatan kain selengkapnya di sini.

Nah, jika memang dalam produk kain tersebut mengandung bahan dari babi, apakah bahan tersebut bisa hilang setelah kita mencucinya?

Melansir dari halhalal, bahan ini bisa hilang berdasarkan kekuatan produk bahan kimia yang digunakan. Ada yang bisa hilang setelah 20 kali cuci, 50 kali cuci atau 100 kali cuci, yang artinya bahan babi tersebut baru akan hilang 100% setelah dicuci dalam jumlah tersebut.

Di sinilah pentingnya sertifikasi halal untuk produk kain, yaitu agar kita bisa memastikan bahwa kain yang kita beli tersebut tidak menggunakan bahan babi dalam proses pembuatannya. Pihak produsen kain bisa memesan kepada supplier untuk menggunakan bahan kimia yang bebas dari zat yang diharamkan seperti lemak babi.

Kain yang mengandung bahan yang diharamkan memang tidak akan kita konsumsi dan masuk ke dalam perut, namun hal ini dapat memengaruhi kualitas ibadah kita. Pasalnya, salah satu syarat sah shalat menurut ilmu fiqih adalah suci badan, pakaian dan tempat, sebagaimana dilansir dari halhalal. 

(Visited 368 times, 1 visits today)