Ini Efek Terburuk yang Bisa Ditimbulkan Vaksin Palsu Pada Anak

169 views Leave a comment
Ini Efek Terburuk yang Bisa Ditimbulkan Vaksin Palsu Pada Anak

Dailymoslem – Kasus peredaran vaksin palsu yang ternyata telah menyebar sejak tahun 2003 beberapa waktu ini meresahkan para orangtua. Terutama mereka yang memiliki anak yang telah melalui vaksin sejak 2003, banyak orangtua mengkhawatirkan kesehatan anak mereka karena tidak tahu vaksin yang pernah mereka gunakan asli atau palsu.

Lalu, seperti apa dampak vaksin palsu sebenarnya pada tubuh anak?

Menurut ahli vaksin, dr. Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada anak.

“Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan,” kata Rambe, dilansir dailymoslem.com dari sehatmagz.com.

Selain itu, ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia ini juga menambahkan bahwa dampak dari vaksin palsu bergantung dari larutan yang dicampurkan dalam vaksin palsu tersebut. Saat ini, Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesai dan Badan POM masih melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu tersebut.

“Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril, bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan,” tambahnya.

Sedangkan untuk kemungkinan jangka pendek, yang dapat terjadi adalah infeksi yang bersifat ringan dan juga bersifat sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi yang meningkat, laju pernafasan yang meningkat, leukosit meningkat dan juga sulitnya makan dan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran pada anak.

Gejala infeksi ini bisa dilihat tak lama setelah dilakukan imunisasi. Jadi, jika imunisasi sudah lama tidak dilakukan dan gejala infeksi tidak terlihat, maka anak bisa dipastikan aman. Sementara itu, kerugian yang didapat adalah tidak tercapainya tujuan vaksinasi, yaitu untuk membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit.

Misalnya, anak yang tidak divaksinasi harus sakit dulu baru mendapat kekebalan tubuh alami. Sedangkan anak yang mendapat vaksinasi Hepatitis B akan kebal oleh virus Hepatitis B meski ia tidak sakit dulu. Sedangkan vaksin palsu busa menyebabkan tidak pernah adanya kekebalan tubuh yang dibutuhkan anak tersebut.

(Visited 759 times, 1 visits today)