Ini Dia Ketentuan Kosmetik Halal Menurut MUI

3572 views
Tips Aman Belanja Kosmetik Online

DailymoslemBanyak wanita muslim yang tidak mengetahui bahwa ada beberapa jenis kosmetik yang mengadung zat-zat terlarang bahkan haram. Padahal jika kosmetik itu digunakan akan menyebabkan kerusakan pada kulit. Dan paling berbahaya adalah jika zat dalam kosmetik yang tidak halal tersebut terbawa saat shalat. Bisa jadi tidak sah sholat kita.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa yang menyangkut kosmetik halal. Berikut adalah ketentuan hukum dan rekomendasi tentang kosmetik halal.

Ketentuan hukum:

1.Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat:

a. bahan yang digunakan adalah halal dan suci;
b. ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar’i; dan
c. tidak membahayakan.

2. Penggunaan kosmetika dalam (untuk dikonsumsi/masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram hukumnya haram.

3. Penggunaan kosmetika luar (tidak masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram selain babi dibolehkan dengan syarat dilakukan penyucian setelah pemakaian (tathhir syar’i).

4.Penggunaan kosmetika yang semata-mata berfungsi tahsiniyyat, tidak ada rukhshah (keringanan) untuk memanfaatkan kosmetika yang haram.

5. Penggunaan kosmetika yang berfungsi sebagai obat memiliki ketentuan hukum sebagai obat, yang mengacu pada fatwa terkait penggunaan obat-obatan.

6. Produk kosmetika yang mengandung bahan yang dibuat dengan menggunakan mikroba hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen babi atau gen manusia hukumnya haram.

7. Produk kosmetika yang menggunakan bahan (bahan baku, bahan aktif, dan/atau bahan tambahan) dari turunan hewan halal (berupa lemak atau lainnya) yang tidak diketahui cara penyembelihannya hukumnya makruh tahrim, sehingga harus dihindari.

8. Produk kosmetika yang menggunakan bahan dari produk mikrobial yang tidak diketahui media pertumbuhan mikrobanya apakah dari babi, harus dihindari sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk memilih kosmetika yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk kosmetika yang haram dan najis, makruh tahrim dan yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.2. Pemerintah mengatur dan menjamin ketersediaan kosmetika halal dan suci dengan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman.3. Pelaku usaha diminta untuk memastikan kesucian dan kehalalal kosmetika yang diperjualbelikan kepada umat Islam.4. LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan haram dan najis, baik untuk kosmetika dalam maupun luar.

    5. LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan dan kesuciannya, sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

 

Setelah membahas tentang ketentuan hukum dan rekomendasi untuk kosmetik halal, MUI juga menyebutkan beberapa unsure yang termasuk najis dan meragukan yang sering ada didalam kosmetik. Unsur unsure tersebut adalah sebagai berikut.

Usur haram yang tidak boleh ada di dalam kosmetik

  • Unsur dari babi dan anjing
  • Unsur hewan buas
  • Unsur tubuh manusia
  • Darah
  • Bangkai
  • Hewan halal yang penyembelihannya tidak sesuai dengan syariat Islam
  • Khamar (alkohol)

Unsur syubhat (meragukan) yang harus diwaspadai

  • Plasenta
  • Gliserin
  • Kolagen
  • Lactic Acid
  • Hormon
  • Vitamin
  • Aneka pewarna, pewangi dan lain-lain

Bahan-bahan di atas yang termasuk syubhat adalah bahan yang mungkin awalnya bersumber dari zat-zat yang termasuk halal namun menjadi haram karena cara dan media pengolahannya yang tidak sesuai dengan aturan Islam.

(Visited 2,782 times, 2 visits today)