Ini Alasan Kenapa Rasulullah Menganggap Kucing sebagai Binatang yang Suci

778 views
Ini Alasan Kenapa Rasulullah Menganggap Kucing sebagai Binatang yang Suci

Dailymoslem – Dalam Islam, kucing merupakan salah satu hewan yang diistimewakan. Hewan berkaki empat ini merupakan salah satu hewan kesayangan Rasulullah yang sangat beliau sayangi. Rasulullah suka menggendong dan mengelus-elus Mueezza, kucing kesayangannya bahkan ketika beliau sedang menerima tamu dari para sahabat.

Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa air liur kucing adalah suci. Makanan bekas yang dimakan kucing bisa kita makan lagi karena tidak mengandung kuman atau najis. Bahkan air yang sudah dijilati kucing pun masih bisa digunakan untuk berwudhu.

Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Hal tersebut ternyata bukan tanpa dasar, karena secara ilmiah kucing memiliki berbagai keunikan yang membuat kehigienisan tubuhnya terus terjaga.

Berikut ini fakta ilmiah mengenai tubuh kucing yang mungkin tidak kamu sangka-sangka:

  • Pada kulit kucing terdapat otot-otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing tersebut juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Itulah kenapa saat kita mengelus kucing kulit-kulitnya seperti sangat lentur dan mudah bergeser.
  • Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, bentuknya bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulitnya. Itulah kenapa kucing membersihkan tubuhnya dengan menjilat-jilat tubuhnya, dan hal ini samasekali tidak menjijikan karena ait liur kucing juga tidak mengandung bakteri samasekali.
  • Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Mungkin inilah alsan Rasulullah membolehkan air yang sudah terkena lidah kucing untuk tetap digunakan berwudhu.
  • Kucing tidak syka air karena merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terutama pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
  • Kucing sangat menjaga kestabilan suhu tubuhnya dengan cara tidak mau dekat-dekat dengan air dan berjemur di jam-jam tertentu saat cahaya matahari sedang baik untuk berjemur. Kamu sering melihat kucing berjemur di sebelum jam 9 pagi, kan?
  • Zaman dahulu, kucing digunakan sebagai alat untuk terapi, karena dengkurannya yang 50Hz baik untuk kesehatan, selain itu juga mengelus kucing bisa mengurangi stress.

Subhanallah, Maha Besar Allah yang menciptakan makhluk-makhlukNya dengan keunikan tersendiri.

Ada yang berminat pelihara kucing setelah ini?

(Visited 876 times, 1 visits today)