Hukum Shalat Terawih Sendiri

2378 views
sholat terus

Dailymoslem – Ramadhan tanpa melaksanakan shalat terawih rasanya kurang sempurna. Oleh karena itu kaum muslim berbondong-bondong mengerjakan shalat terawih bersama di masjid setelah shalat isya bersama. Namun kadang, sebagian pekerja kantoran dituntut untuk mengerjakan sebuah tugas dengan deadline yang mepet, sehingga seringkali waktu tarawih – yang bisanya dilakukan setelah isya di masjid-mesjid pada umumnya – jadi korbannya.

Shalat terawih sendiri di rumah, menjadi pilihannya kemudian. Lalu sebenarnya, apakah hukum shalat terawih yang dikerjakan sendiri?

Terawih merupakan shalat yang termasuk qiyam Ramadhan atau ibadah yang mengisi malam-malam pada bulan Ramadhan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan janji yang besar, berupa ampunan dosa. Karena itulah, shalat tarawih termasuk shalat sunah muakkad (shalat sunah yang sangat ditekankan).

Sebenarnya, shalat terawih berjamaah bukan sebuah shalat syahnya terawih. Sehingga boleh-boleh saja mengerjakan shalat terawih sendirian di rumah. An-Nawawi mengatakan,

Shalat tarawih adalah sunah dengan sepakat ulama… boleh dikerjakan sendirian atau berjamaah.” (al-Majmu, 4/31).

Namun, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda,

Barangsiapa yang shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala shalat tahajud semalam suntuk.” (HR. Nasai)

Saat itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat hingga pertengahan malam, sebagian sahabat minta agar beliau memperlama hingga akhir malam. Dari situlah para ulama lebih mengutamakan shalat terawih berjamaah daripada sendirian.

Meskipun begitu, shalat terawih yang dikerjakan sendiri dengan khusyu dan tumaninah jauh lebih baik dari shalat terawih berjamaah yang secepat kilat. Suatu ketika, Rasulullah melihat orang shalat yang tidak menyempurnakan rukuknya dan seperti mematuk ketika sujud. Kemudian beliau bersabda,

“Tahukah kamu orang ini. Siapa yang meninggal dengan keadaan (shalatnya) seperti ini maka dia mati di atas selain agama Muhammad. Dia mematuk dalam shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah.” (HR. Ibnu Khuzaimah 665 dan dihasankan al-Albani).

Oleh karena itu, jika masjid didekat rumah kita biasa mengadakan terawih cepat kilat lebih baik cari tempat lain atau lakukan sendiri di rumah.

(Baca Juga: Video Terawih Secepat Kilat Di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan)

(Visited 5,902 times, 1 visits today)