Hati-Hati Potongan Rambut Ini Di Larang Rasulullah

305 views Leave a comment
Hati-Hati Potongan Rambut Ini Di Larang Rasulullah

Dailymoslem – Zaman sekarang, tidak hanya wanita saja yang memperhatikan penampilan. Lelaki yang biasanya cuek pun jadi lebih peduli terhadap apa yang ia kenakan, termasuk bagaimana model rambutnya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya baber shop yang dikhusukan untuk para pria.

Beberapa model rambut pria pun mulai banyak diikuti. Mulai dari rambut panjang sebahu layaknya wanita hingga rambut yang sebagian cepak dan sebagian lagi panjang. Ya, Qoza.

Trend rambut seperti itu, sudah banyak kita lihat di ruang publik. Anak kecil hingga dewasa tak jarang terlihat pede dengan gaya rambut seperti itu. Padahal jauh sebelum ini muncul kembali, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah melarangnya.

Qoza merupakan salah satu kebiasaan orang-orang jahiliyah. Pada masanya, mereka memendekan sebagian rambut dan membiarkan sebagiannya lagi.

Dari Nafi’ Maula Abdullah bahwa ia mendengar Ibnu Umar radhiyallahu anhuma mengatakan “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang qoza.” (HR Bukhari)

Hadits lain melalui jalur Anas bin Malik juga menegaskan larangan yang sama

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِصلى الله عليه وسلمنَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan qoza’ adalah:

يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ

Mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya (HR. Muslim)

Rasulullah juga pernah melihat qoza’ secara langsung lalu beliau melarangnya.

رأَى رسُولُ اللهِصلى الله عليه وسلمصَبِيّاً قَدْ حُلِقَ بَعْضُ شَعْرِ رَأسِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ ، فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ ، وقال : احْلِقُوهُ كُلَّهُ ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melihat anak yang dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian lainnya, maka beliau melarang hal itu dan bersabda: “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

Menurut Imam Nawawi, seluruh ulama telah menyepakati bahwa qoza ini hukumya makruh. Boleh dilakukan hanya untuk keperluan tertentu, misalnya pengobatan.

Wallahu A’lam Bish Shawab.

(Visited 717 times, 1 visits today)