Hati-Hati Beras Sintetis Beredar Di Pasar Indonesia

1018 views

Dailymoslem – Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa beras menjadi salah satu panganan yang paling penting bagi masyarakat Indonesia. Beberapa kalangan bahkan mengatakan bahwa tidak dapat dikatakan makan, jika belum mengonsumsi nasi.

Melihat ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras, banyak sekali oknum yang menyalahgunakan hal ini. Jika sebelumnya kita menemukan beras yang sengaja diputihkan menggunakan tawas. Kali masyarakat Indonesia diresahkan dengan beredarnya beras sintetis.

Anggota Komisi IV DPR Hermanto mendesak pemerintah agar menjamin beras palsu yang diproduksi Tiongkok ini tidak menyebar di Indonesia. “Jaminan pemerintah ini penting untuk menentramkan masyarakat yang resah karena isu beras palsu ini.” Ungkap Hermanto.

Dewi Setiani, warga bekasi yang menemukan keanehan dengan beras yang telah dibelinya dipasar. Ia mengungkapkan bahwa beras yang diolahnya menjadi bubur malah berbentuk aneh. Jika biasanya bubur yang sudah dingin bertekstur kental dan menyatu, bubur yang ia buat dari beras tersebut malah berbentuk buliran seperti nasi belum matang.

Menurut Hermanto, keberadaan beras palsu ini dibuat dari campuran kentang, ubi jalar dan resin sintetis. Ia juga menambahkan bahwa beras ini biasanya dicampur dengan beras normal, sehingga keberadaannya sulit dilacak.

Apabila diperhatikan sekilas, beras palsu memang sangat sulit dibedakan dengan beras asli pada umumnya. Namun jika kita lihat lebih dekat, maka perbedaannya akan terlihat.

Beras yang asli kan dia putih tengah-tengahnya ada putih susunya. Tapi kalau beras ini tuh dia putih bening saja.” Tutur Dewi seperti dikutip dari merdeka.

beras asli dan palsu

Salah satu cara agar beras ini tidak beredar secara luas adalah menghentikan impor beras dari negara lain. seperti yang dikatakan oleh Hermanto bahwa dengan tidak melakukan impor beras, berarti secara tidak langsung telah menutup pintu bagi masuknya beras palsu tersebut ke Indonesia.

Wah, kita harus semakin waspada agar tidak salah membeli beras. Semoga saja pemerintah segera menemukan solusi yang paling baik untuk mengatasi permasalahan ini.

(Visited 444 times, 1 visits today)