Haram! Berjamaah Berdua Dengan Bukan Muhrim

595 views

Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. Jika terjadi makhluk ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)

Dailymoslem – Islam adalah agama yang paling sempurna, dimana segala macam tuntunan kehidupan diatur di dalamnya. Termasuk urusan interaksi antara perempuan dan laki-laki. Dalam Islam, urusan interaksi perempuan dan laki-laki sangat diatur. Tidak hanya melakukan zina, mendekatinya saja sangat dilarang.

Lalu bagaimana hukumnya jika lelaki dan perempuan shalat berjamaah berdua?

Abu Ishaq as-Syaerozi, seorang ulama syafi’iyah menyatakan, bahwa seorang lelaki mengimami perempuan yang bukan muhrimnya adalah makhruh (tahrim).

Makruh (tahrim) seorang laki-laki shalat mengimami seorang wanita yang bukan mahram. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa beliau bersabda, ‘Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. Jika terjadi makhluk ketiganya adalah setan’ “ (al-Muhadzab, 1/183)

Berdasarkan keterangan tersebut, An-Nawawi dalam Al-Majmu Syarh Al-Muhadzab, menjelaskan kembali apa yang dimaskud dengan makruh tahrim.

Yang dimaksud makruh dari keterangan beliau adalah makruh tahrim (artinya: haram). Ini jika lelaki itu berduaan dengan seorang perempuan. Para ulama madzhab Syafi’I mengatakan, apabila seorang lelaki mengimami istrinya atau mahramnya dan berduaan dengannya, hukumnya boleh dan tidak makruh. Karena boleh berduaan dengan istri atau mahram di luar shalat. Namun jika dia mengimami wanita yang bukan mahram dan berduaan dengannya, hukumnya haram bagi lelaki itu dan haram pula bagi si wanita.” (Al-Majmu Syarh Al-Muhadzab. 4/277)

Dengan demikian, kita selaku hamba yang terus memperbaiki diri supaya hati-hati ketika berjamaah dengan seorang lelaki. Jika memang sudah terlanjur maka minta ampun kepada Allah atas ketidak tahuan kita selama ini. Jika belum pernah melakukan maka sebisa mungkin hindari. Kalaupun suatu saat kondisi tersebut dijumpai, maka sebaiknya shalat lah bergantian dan tidak menunggu di dalam ruangan yang sama.

Ini menegaskan bahwa, jika belum muhrim berduaan dalam sesuatu yang baik (shalat) saja tidak diperbolehkan apalagi dalam sesuatu yang tidak Allah sukai. Naudzubillah.

(Visited 617 times, 2 visits today)