Foto Balita Merokok Lagi-Lagi Hebohkan Socmed

1021 views

Dailymoslem – Dapat melahirkan dan memiliki anak adalah anugerah bagi seseorang. Tapi sayangnya, tidak semua orang yang mendapat kesempatan punya anak memahaminya sebagai anugerah yang harus mereka jaga. Tak jarang kita menemui berbagai kesalahan dalam mendidik dan membesarkan anak yang pada akhirnya akan membentuk pribadi yang buruk saat anak tersebut beranjak dewasa. Padahal, masa anak-anak adalah masa keemasan yang harus kita maksimalkan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Permasalahan paling hangat mengenai kesalahan mendidik anak adalah foto orangtua mengajari anaknya merokok yang belakangan ini menghebohkan social media. Di empat foto yang diedit menjadi satu tersebut terlihat foto seorang balita yang tengah menghisap rokok yang dipegangi oleh tangan yang sepertinya tangan orangtuanya sendiri. Sang ibu yang meng-upload fotonya di media sosial melengkapinya dengan caption yang menyedihkan: Jagoan mam&papp.

anak-merokok-1w copy

foto: copyright facebook.com

Setelah banyaknya cacian dan makian yang dilontarkan di kolom komentar, V.R.A pengunggah foto tersebut membela diri dengan menyebutkan bahwa anaknya tidak benar-benar menghisap rokok tersebut, melainkan hanya menempelkannya ke bibir agar si anak tidak rewel.

“Ga di isep bneran kaleeee…cm nempel aj..kl ga di trutin ngamuk anak na kepala jedotin tembok lbih bhaya :p”

Meski begitu, tampaknya gambar di foto ketiga yang memperlihatkan bahwa bara api yang dihisapnya menyala telah membuktikan bahwa pembelaan si ibu sia-sia saja. Selain ribuan kecaman di kolom komentar, foto tidak patut ini juga telah dishare lebih dari 3.000 orang yang mencacinya.

Bahkan KPAI pada akhirnya membuka suara atas kasus ini dan mengatakan bahwa ini adalah lelucon yang tidak lucu. Dikutip dari kompas.com, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Niam Soleh mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah terkait agar Kementrian Komunikasi dan Informatika memblokir foto tersebut dari internet.

“Orang tua juga harus tanggung jawab, harus minta maaf jika memang benar memaksa anaknya merokok. Mereka juga harus menyadari bahwa hal itu keliru,” tambah Asrorun.

(Visited 385 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]