Dr. Asmuwahyu Saptohardjo, Berinovasi dengan Singkong untuk Buat Kantong Plastik Ramah Lingkungan

132 views Leave a comment
Dr. Asmuwahyu Saptohardjo, Berinovasi dengan Singkong untuk Buat Kantong Plastik Ramah Lingkungan

Dailymoslem – Di tengah ancaman pemanasan global yang semakin besar, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil memproduksi kantong plastik yang ramah lingkungan, yaitu kantong plastik berbahan dasar singkong.

Adalah Dr. Asmuwahyu Saptohardjo yang berhasil mengembangkan penemuan ini. Beliau adalah alumni kimia UI yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Kimia FMIPA UI periode 1992-1995. Penemuan yang diharapkan dapat berperan besar dalam upaya menyelamatkan lingkungan hidup ini memenangkan penghargaan dari LIPI, mengalahkan tim dari PT Krakatau Steel dan PT Dirgantara Indonesia, dilansir dari iluni.net. 

Kantong plastik pada umumnya dapat terurai dalam waktu 20 hari, itulah kenapa penggunaan kantong plastik sangat tidak disarankan untuk menyelamatkan lingkungan hidup. Namun kantong plastik hasil temuan Dr. Asmuwahyu dan tim ini dapat diuraikan alam dalam waktu 2 bulan saja dengan bantuan mikroorganisme dan air.

Sisa uraian dari kantong plastik yang terbuat dari singkong ini juga dapat menjadi kompos yang aman untuk lingkungan dan makhluk hidup. Hasil uraiannya berupa karbondioksida (CO2), air (H2O) dan biomasa yang memiliki kemampuan untuk mengikat air dan meningkatkan daya serap air dari tanah.

Kantong plastik ini juga dapat dengan mudah diuraikan karena dapat dimakan oleh binatang seperti serangga, siput dan hewan kecil lainnya yang berada di darat dan di air tanpa menyebabkan keracunan atau bahaya lainnya. Tak seperti kantong plastik pada umumnya, kantong plastik temuan Dr. Asmuwahyu tidak mengandung gas kimia berbahaya atau lelehan jika dibakar. Dengan berbagai kelebihan tersebut, kantong plastik berbahan singkong ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah sampah plastik.

Riset kantong plastik dari bahan singkong ini dikembangkan Dr. Asmuwahyu dan timnya selama 4 tahun, kemudian diuji coba pada tahun 2011 dan diluncurkan pada 2 November 2012. Untuk membuat kantong plastik tersebut, Dr. Asmuwahyu menggunakan singkong yang diekstrak hingga menjadi bentuk kanji. Dari 1kg singkong, diambil sekitar 60% kanjinya dan dicampurkan dengan zat aditif lain. Dr. Asmu dan timnya berhasil memproduksi 300 ton dengan perkiraan 1kg kanji bisa menghasilkan 40 lembar plastik berukuran tebal plastik 20 mikron.

Kantong plastik berbahan singkong inipun secara massal dan komersial oleh PT Inter Aneka Lestasi Kimia, dimana Dr. Asmuwahyu berperan sebagai konsultan teknik. Saat ini, kantong plastik tersebut baru digunakan di hotel-hotel dan rumah sakit karena harganya yang lebih mahal dibanding kantong plastik biasa.

(Visited 122 times, 1 visits today)