Cara Mendapat Malam Lailatul Qadar dan Ciri Orang Yang Telah Mendapatkannya

11797 views
Ciri dan tanda malam lailatul qadar

Dailymoslem – Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu malam dimana setiap doa akan segera dikabul jika dirapalkan di malam istimewa tersebut. Malam lailatul Qadar disebut-sebut terjadi disepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, hal tersebut merujuk pada hadits Rasulullah yang menyebutkan :

Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Namun, perihal kapan tepatnya malam Lailatul Qadar tersebut tak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tanda-tanda malam Lailatul Qadar sendiri pernah disebutkan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau bersabda:

Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qadar lalu aku dilupakan, ia ada disepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin, bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR.Ibnu Hibban)

Menyangkut Lailatul Qadar, ada sebuah kepercayaan yang melekat di masyarakat. Yaitu, adanya ciri-ciri orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar. Ciri-ciri yang banyak disebutkan adalah sebagai berikut:

  • Pada malam itu ia akan melihat seluruh benda dan makhluk dimuka bumi ini bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
  • Ia juga akan melihat dengan sangat jelas di dalam kegelapan malam
  • Mendengar salam malaikat dan semua tutur katanya.
  • Segala doanya pada malam tersebut akan dikabulkan
  • Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.

Mengenai hal ini, Ustadz Ammi Nur Baits selaku Dewan Pembina Konsultasisyariah mengatakan bahwa, keyakinan bahwa orang yang medapat lailatul qadar akan mengalami kejadian luar biasa adalah keyakinan yang tidak benar. Melihat tanda atau kejadian aneh bukanlah sebuah syarat mendapat Lailatul Qadar. Sehingga orang-orang yang mendapat Lailatul Qadar pada dasarnya tidak dapat dicirikan.

Hanya saja, jika seseorang memang bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan dari awal hingga akhir dan tidak terpatok pada waktu-waktu yang riwayatkan, Insya Allah akan mendapat berkah dari Lailatul Qadar. Allah Subhanahu wa Tal’ala berfirman:

Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al – Qadr: 3-5)

Merujuk pada ayat diatas, bahwa Lailatul Qadar terjadi sepanjang malam yaitu pada rentang magrib hingga subuh. Sehingga apapun ibadah yang dilakukan pada rentang itu insya Allah akan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Besar kecilnya pahala yang didapatkan menjadi hak perogatif Allah untuk menilainya. Sesuai dengan kualitas dan kuantitas ibadah yang telah dikerjakan.

Imam Malik meriwayatkan secara balaghan (tanpa sanad), menukil keterangan Said bin Musayib (tabiin senior, menantu Abu Hurairah) tentang orang yang beribadah ketika lailatul qadar.

Bahwa Said bin Musayib pernah mengatakan, “Siapa yang ikut shalat isya berjamaah di lailatul qadar, berarti dia telah mengambil bagian lailatul qadar.” (Muwatha’ Malik, no. 1146).

Dengan begitu, cara menjemput Lailatul Qadar sangatlah mudah yaitu:

  • Jangan sia-siakan waktu untuk berbuat sesuatu yang tidak berguna. Manfaatkan waktu Ramadhan yang istimewa ini untuk berbuat kebaikan.
  • Tidak terpatok dengan waktu yang telah diriwayatkan. Misalnya saja, terawih di masjid hanya pada malam-malam ganjil saja.
  • Selalu usahakan untuk lebih baik dari hari kemarin. Dengan begitu, dihari-hari terakhir bulan Ramadhan kualitas iman dan diri kita jauh lebih baik lagi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

 

(Visited 30,206 times, 1 visits today)