Bolehkah Umat Muslim Merayakan Valentine?

868 views

Dailymoslem – Setiap mendekati tanggal 14 Februari, kita pasti disambut dengan berbagai atribut khas valentine di berbagai ruang publik seperti mal dan tempat hiburan lainnya. Di tanggal ini orang ramai merayakan hari kasih sayang dengan berbagi kado, kartu ucapan, hingga ungkapan-ungkapan kasih sayang lainnya. Sedangkan dibalik itu, hari valentine juga memiliki sejarah yang ternyata bertolak belakang dengan ajaran Islam. Jadi, bolehkah kita umat muslim merayakan valentine?

Sejarah Valentine

Karena orang cerdas melakukan sesuatu pasti dengan latar belakang yang jelas, jadi mari kita kupas dulu latar belakang hari valentine sebelum memutuskan untuk merayakannya atau tidak. Jika dirunut melalui literatur ilmiah, sejarah perayaan hari valentine bermula dari upacara ritual Romawi kuno untuk mendapatkan pasangan yang dimasukkan ke dalam hari raya orang Nasrani saat kebanyakan orang Romawi memeluk agama Nasrani, sehingga mulai saat itu orang Nasrani memilih hari raya baru dalam agama mereka, yaitu Hari Valentine.

Cerita ini bukan hanya isapan jempol, tapi tertulis di The Encyclopedia Britania, vol. 12 dengan sub judul: Chistianity. Di dalamnya tertulis “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari” (The World Encylopedia 1998).

Tentu bukan tujuan kita untuk memusuhi agama Kristen dan mencaci maki perayaan valentine. Hanya saja, perayaan ini bukan perayaan milik kita umat Muslim, dan oleh karena itu, maka tidak ada faedahnya jika kita umat Muslim turut merayakannya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS Al Kafirun: 6)

Arti Kata “Would You be My Valentine?

Hari valentine juga sering dimanfaatkan oleh mereka yang ingin menyatakan cinta. Dan kalimat yang populer untuk menyatakan cinta di hari valentine adalah, “would you be my valentine?” Seolah kalimat tersebut adalah kalimat paling romantis sejagat raya yang bisa membuat orang yang dituju meleleh karenannya dan mau menerima cintanya.

Well, menurut artikel Ken Swiger yang berjudul “Should Biblical Christians Observe It?” kata valentine berasal dari Bahasa latin yang berarti Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Perkasa. Sebutan ini ditujukan untuk Nimroe dan Lupercus, Tuhan orang Romawi. Jadi, pada saat kamu mengatakan “would you be my valentine?” artinya kamu sedang meminta orang tersebut untuk menjadi Tuhan kamu. Jangan heran kalau setelahnya malah kamu yang dibuat tidak berdaya, harus selalu menuruti keinginannya agar dia tidak ngambek, harus memberinya hadiah-hadiah agar dia senang, harus mengistimewakannya seperti Raja atau Ratu dan masih banyak lagi.

Arti Kasih Sayang dalam Islam

Dalam Islam, kasih sayang dirayakan setiap hari. Bahkan Islam menjadi agama yang paling cepat penyebarannya di Nusantara karena agama Islam merupakan agama yang penuh kasih sayang, yang menyamaratakan semua kalangan sehingga menghapuskan kasta-kasta yang ada karena agama sebelumnya. Kasih sayang dalam Islam sangat luas cakupannya. Kasih sayang kepada seluruh umat di dunia, kasih sayang kepada teman, keluarga, saudara, dan terutama kasih sayang kepada Sang Pencipta.

Allah juga menciptakan kasih sayang untuk lawan jenis yang ditanamkan di dalam diri setiap manusia. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (Ar-Rum: 21).

Allah menciptakan kasih sayang untuk lawan jenis agar hidup kita menjadi nyaman dan tentram. Terutama cinta dan kasih sayang yang terbentuk dalam pernikahan. Di sanalah tempat kita pulang dan menentramkan hati setelah hari yang panjang dan melelahkan, tempat kita memiliki sahabat untuk bertualang menjalani hidup dan mencari ridho Allah. Sungguh indahnya pengertian cinta dalam Islam.

(Visited 296 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]