Benarkah Wanita Belum Boleh Shalat Dzuhur Sebelum Lelaki Selesai ‘Jumatan’ ?

859 views
wanita shalat

Dailymoslem – Ada keyakinan yang berkembang di masyarakat Indonesia mengenai waktu Shalat Dzuhur bagi wanita saat para lelaki sedang melaksanakan Shalat Jum’at. Banyak wanita yang berkeyakinan untuk mengakhirkan Shalat Dzuhurnya karena menunggu Shalat Jum’at selesai. Mengapa bisa seperti ini? Apakah hal ini dibenarkan?

Shalat Dzuhur dimulai saat matahari sudah sedikit tergelincir ke barat atau bayangan benda sedikit condong kearah timur. Setelah bayangan suatu benda telah sebanding dengan benda tersebut maka habislah waktu Dzuhur dan waktu Ashar dimulai

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr’ Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Waktu Dzuhur dimulai apabila matahari sudah tergelincir sehingga bayangan seseorang sama dengan tingginya selama belum masuk waktu Ashar.” (HR. Muslim)

Dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, adzan Shalat Jum’at dikumandangkan setelah masuk Dzuhur. Jika yang mengamalkan dua kali adzan, maka adzan yang ke-dua adalah yang telah masuk Dzuhur. Jadi, jika sudah yakin bahwa waktu Dzuhur telah tiba maka kita boleh melaksanakan Shalat Dzuhur. Mislanya dengan melihat jam. Sehingga, waktu Shalat Dzuhur bagi wanita saat ‘Jum’atan’ adalah sama seperti waktu-waktu Dzuhur dihari biasanya. Beberpa fatwa mengenai hal ini:

Fatwa Syaikh Abdul Rahman Al-Suhaim

Apabila wanita shalat di rumahnya shalat Dzuhur pada hari Jum’at maka dia tidak shalat hanya karena telah mendengar adzan shalat Jum’at semata, karena sebagian khatib ada yang memulai khutbah sebelum masuk waktu Dzuhur (waktu shalat Dzuhur boleh dimajukan sebelum masuk waktu Dzuhur).

Tapi apabila wanita di rumahnya mngetahui waktu Dzuhur, dan telah memastikan masuknya waktu dzuhur melalui jam, kalender atau bayangan bagi yang mengetahuinya maka dia boleh shalat Dzuhur pada hari Jum’at tersebut sebanyak empat rakaat, meskipun kaum pria belum selesai shalat Jum’at, kecuali apabila wanita dalam keadaan safar maka dia boleh shalat dua rakaat dengan niat qashar.

Apabila wanita ikut shalat Jum’at (dan itu dibolehkan) di masjid berjamaah maka gugur kewajiban shalat dzuhurnya, karena wanita sejajar dengan laki-laki dalam hal ini.

Fatwa Syaikh Ibnu Bazz Rahimahullah

Dalam situs resmi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz Rahimahullah, disebutkan satu fatwa beliau berjudul “Hukum Wanita Mengakhirkan shalat Dzuhur di Hari Jum’at”. Beliau menilai keyakinan sebagian wanita mengakhirkan shalat Dzuhur di hari Jum’at sampai selesai shalat Jum’at dengan waktu yang cukup lama sebagai keyakinan yang tidak memiliki dasar (dalil).

Itu bentuk kejahilan mereka. Apabila muadzin mengumandangkan adzan atau matahari telah condong (ke barat,-pent), maka pada waktu ini ia shalat Dzuhur di rumahnya empat rakaat. Dirinya tidak punya kaitan dengan shalat Jum’at,” tutur beliau.

Ia shalat di rumahnya empat rakaat setelah zawal (matahari tergelincir ke barat) walau jamaah shalat jum’at belum selesai. Ia tidak harus menunggu Jum’atan selesai. Ia shalat Dzuhur empat rakaat di rumahnya di hari Jum’at. Dirinya tidak punya urusan dengan jum’atan,” (sebagian teks fatwa)

Beliau melanjutkan, “Tetapi kalau ia ikut shalat Jum’at di masjid bersama manusia maka itu dibolehkan. Ia shalat dua rakaat bersama mereka dan tidak lagi shalat Dzuhur. Kalau ia menghadiri Jum’atan dan shalat Jum’at bersama orang-orang, itu mencukupkannya dari shalat Dzuhur. Tetapi jika ia shalat di rumahnya, ia shalat empat raaat baik ia laksanakan bebarengan dengan shalat jum’at imam atau sesudahnya atau sebelumnya apabila dimulainya sesudah zawal. Harus setelah zawal. Karena Dzuhur, waktunya, setelah zawal. Maka apabila ia shalat setelah zawal, maka shalatnya sah, baik bebarengan dengan shalat jum’atnya imam atau sesudahnya atau sebelumnya.” Selesai. (Fatawa Nuur ‘Ala al-Darb, dinukil dari VOA-Islam)

 

(Disarikan dari VOA-Islam)

(Visited 819 times, 1 visits today)