Benarkah Semua Mimpi Dapat Di Takwilkan?

1217 views
Benarkah Semua Mimpi Dapat Di Takwilkan?

Dailymoslem – Seringkali seseorang ingin mengetahui apa arti dari mimpi yang didapatkannya semalam. Apakah mengandung arti baik atau bahkan buruk untuk kehidupan di hari kedepan. Tak dipungkiri sebagian orang Indonesia benar-benar percaya bahwa takwil mimpi itu benar. Padahal, terlalu mempercayai takwil mimpi akan menjerumuskan kita kedalam kemusyrikan.

Dalam postingan kali ini, dailymoslem akan memaparkan apa itu mimpi menurut pandangan Islam dan Ilmiah. Apakah benar semua mimpi yang kita dapatkan mengandung bocoran untuk kehidupan dikemudian hari. Misalnya, si fulan bermimpi bahwa rumahnya kerampokan dan ia meyakini bahwa hal itu akan terjadi. Nah, berikut adalah penjelasan mimpi dalam Islam.

Dalam Islam mimpi terbagi kedalam tiga jenis, yaitu :

  1. Adhghasul ahlam (mimpi kosong). Mimpi seperti ini adalah mimpi yang terjadi karena ada sesuatu hal yang diinginkan oleh pemimpi atau kejadian yang pernah dialami pemimpi.
  2. Al-hulm (mimpi dari syaitan). Biasanya mimpi seperti ini dialami oleh orang yang tidak membaca doa sebelum tidur, syaitan datang dan menyisipkan gambaran tentang ini dan itu dalam mimpinya dan kebanyakan adalah hal yang buruk. Jika kita mengalami hal ini, Nabi Muhammad SAW mengajarkan beberapa cara untuk menolak kejelekan mimpi tersebut. Seperti meludah sedikit kearah kiri sebanyak tiga kali, Beristi’adzah (meminta perlidungan kepada Allah), berganti posisi tidur, dan yang pasti berlindung kepada Allah SWT dari kejelekan mimpi yang dialami.
  3. Ar-ru’ya ash-shalihah (mimpi yang benar). Mimpi ini dijalankan melalu tangan malaikat, dan hanya kebenaran yang terkandung didalamnya. Mimpi ini termasuk kabar gembira dan biasanya hanya dialami oleh orang beriman, meskipun ada juga orang kafir yang mengalaminya itupun jika Allah menghendaki.

Menurut American Heritage Dictionary 2009, mimpi adalah deretan citra, suara atau emosi yang dialami pikiran saat tidur. Dari pengamatan Eugene Aserinsky disimpulkan bahwa mimpi berkaitan erat dengan gerakan mata cepat atau biasa disebut dengan REM (Rapid Eye Movement). Mimpi dalam kondisi REM biasaya akan terlihat lebih jelas dan tidak nyata.

Mark Mahowlad mahasiswa kedokteran Minessota menyatakan bahwa kita bisa mengingat apa yang terjadi dalam mimpi, jika kita bangun saat mimpi itu sedang berlangsung. Jika tidak, mimpi tersebut akan terhapus dengan sendirinya.

Saat kita tertidur, sebenarnya otak tidak beristirahat melainkan dirangsang untuk bekerja hingga batas tertinggi. Rangsangan itulah yang mengakibatkan perumpamaan atau tamsil mimpi. Ketika terbangun kita melihat tampilan dunia nyata dan ketika tidur kita melihat tampilan dunia mimpi. Disinilah otak berkerja untuk mengintergrasikan suara, citra ataupun emosi dan ide-ide yang tersampaikan. Kemudian otak membangun mimpi ini keluar dari tamsil, seolah seperti dunia nyata. Namun, ketika bangun otak kembali menerima tampilan dunia nyata apa adanya.

Dari penjelasan tersebut maka berhati-hatilah untuk tidak mempercayai takwil mimpi. Bisa jadi mimpi yang mendatangi mu tadi malam adalah dari syaitan yang ingin menggoda iman. Hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Tugas kita adalah bekerja dan berusaha. Pun mendapatkan mimpi indah maka syukurilah, jika mendapatkan mimpi buruk lupakan.

 

 

(Visited 833 times, 1 visits today)