Belajar Ngaji, Bikin Film dan Main Teater di Sanlat Tematik Salman ITB

518 views
sanlat salman

Dailymoslem – Bulan Ramadhan kali ini, ada yang lain dari pesantren kilat yang diadakan oleh Majelis Budaya Salman ITB. Di pesantren kilat kali ini, peserta bukan hanya belajar ngaji, tapi juga belajar bikin film dan main teater.

Setidaknya 100 peserta SMP dan SMA telah terdaftar untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai Kamis (25/06) hingga Selasa (30/06) ini.

“Antusiasnya sebenarnya sangat besar, tapi karena keterbatasan ruang, kita batasi 100 orang saja,” ujar Iqbal Al-Fajri, Direktur Majelis Budaya Salman saat ditemui di kantor Salman Academy, Bandung.

“Kenapa anak SMP dan SMA? Karena menurut kita tingkatan ini adalah tingkatan paling dini yang sudah bisa diajak mandiri, diajak serius, diajak menggali potensi untuk maju,” tambahnya.

Tema film pendek dan teater dipilih dalam kegiatan remaja ini untuk menumbuhkan kesadaran dan memberikan wawasan kepada remaja mengenai pentingnya media audio visual di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Perkembangan teknologi informasi saat ini mengkondisikan orang untuk harus menguasai bahasa visual. Ini akan jadi bahasa baru di masa yang akan datang, terlihat dari banyaknya konten video dan gambar di internet,” ujar Iqbal.

Dengan adanya kegiatan ini Iqbal juga mengharapkan anak muda menjadi sadar bahwa dengan pesatnya laju teknologi saat ini, anak muda harus punya mimpi lebih dan harus punya karya.

“Jangan sampai cuma jadi konsumen, followers, lebih parah lagi hanya jadi korban media. Dengan apa yang mereka miliki seperti smartphone atau kamera SLR, harusnya mereka punya mimpi lebih. Mereka harus punya karya, nggak bisa ditolerir kalau mereka bilang nggak bisa, karena sekarang tools semakin murah, knowledge gratis dan mudah diakses. Tapi, kalau mereka berkarya tanpa tuntunan dan tanpa tahu basicnya, itu juga jadi problem,” tutunya.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan agar anak muda dapat menemukan jati diri mereka sebagai seorang muslim, agar karya yang mereka hasilkan dapat sejalan dengan kehidupan beragama.

“Siapapun, dimanapun, apapun profesinya, dia harus tahu basicnya. Misalnya sebagai orang Islam, maka basicnya adalah Al-Qur’an, dia harus tahu tentang basicnya itu, kita kombinasikan karyanya dengan basicnya itu,” tambahnya.

sanlat salman 2

 

sanlat salman

(Visited 337 times, 1 visits today)