Bagaimana Jika Datang Haid Saat Menunaikan Ibadah Haji?

170 views Leave a comment
Bagaimana Jika Datang Haid Saat Menunaikan Ibadah Haji?

Dailymoslem – Dapat menunaikan ibadah haji merupakan kemewahan tersendiri bagi umat muslim, apalagi bagi umat muslim yang harus terbang ribuan mil untuk sampai ke Mekkah, seperti umat muslim Indonesia. Namun, bagaimana jika kita sudah melakukan berbagai kemungkinan untuk bisa terbang ke Mekkah, tiba-tiba kita mendapatkan haid? Apakah keberangkatan kita kemudian jadi sia-sia?

Seiring perkembangan zaman, ada beberapa orang yang menggunakan pil yang bisa menahan datangnya haid. Sehingga dalam sebulan tersebut kita tidak akan mendapatkan haid dan bisa beribadah dengan leluasa. Namun, kita juga mesti ingat bahwa haid adalah takdir yang diturunkan Allah pada kaum hawa, maka sebaiknya kita menerimanya dengan ikhlas.

Sebuah hadist mengatakan bahwa seorang perempuan yang mendapatkan haid saat sedang menunaikan ibadah haji masih tetap bisa melakukan berbagai rukun haji kecuali thawaf. Hal ini diutarakan Rasulullah SAW ketika beliau menunaikan ibadah haji bersama Aisyah r.a, dan Aisyah mendaptkan haid ketika baru sampai di Mekkah.

Rasulullah SAW bersabda:

Ini adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah pada anak-anak wanita Adam. Lakukanlah apa yang dilakukan seorang yang haji selain thawaf di Ka’bah sampai engkau suci.” (HR. Muslim)

Selain itu, pil pencegah haid juga dikhawatirkan dapat membuat siklus haid menjadi tidak teratur dan menyebabkan rasa sakit di beberapa bagian tubuh karena menghambat sesuatu yang alaminya harus terjadi.

Jadi, perempuan haid masih tetap bisa mengikuti berbagai rukun haji bersama rombongan kecuali untuk thawaf. Meski tidak diperbolehkan thawaf, beberapa ulama berpendapat bahwa perempuan yang haid masih bisa melakukan thawaf di hari tasyrik, bahkan ada juga ulama yang berpendapat bahwa perempuan bisa menyelesaikan thawaf di sepanjang bulan Dzulhijjah.

Jemaah haji biasanya menetap di Mekkah atau Madinah selama bulan Dzulhijjah, sehingga mereka yang tidak sempat melakukan thawaf bisa melakukan thawaf di kemudian hari. Namun jika masih tidak sempat, maka itu sudah menjadi ketetapan Allah. Bukan berarti ibadah haji kita menjadi tidak sah, ibadah haji tetap sah karena ada udzur syar’i.

Semua ibadah akan tergantung pada niatnya. Jika kita sudah meniatkan untuk beribadah, maka insha Allah niat kita sudah dicatat oleh Allah meski kita mendapat halangan untuk menyelesaikannya. Lagipula, wanita haid sebenarnya hanya tidak diperbolehkan melakukan ibadah tertentu, masih banyak ibadah lain yang bisa dilakukan seperti membaca Al-Qur’an (dengan tidak menyentuh atau menggunakan aplikasi smartphone), berdzikir, beristighfar dan berdo’a.

(Visited 132 times, 1 visits today)