Awal Ramadan 2016 Berlangsung Serentak, Kedua Kalinya Dalam Lima Tahun Terakhir

93 views Leave a comment
Awal Ramadan 2016 Berlangsung Serentak, Kedua Kalinya Dalam Lima Tahun Terakhir

Dailymoslem – Perbedaan hari pertama bulan Ramadan kerap kali dialami masyarakat Indonesia, karena adanya perbedaan cara penentuan hari pertama dari berbagai ormas Islam di Indonesia.

Hari pertama Ramadan ditentukan dari terlihatnya hilal, sedangkan cara melihat hilal tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda menurut keyakinan masing-masing ormas. Itulah yang kerap menyebabkan perbedaan pendapat mengenai penentuan hari pertama Ramadan.

Namun, pada Ramadan 1437 kali ini, dua ormas Islam yang kerap berbeda pendapat dalam hal penentuan hari pertama Ramadan yaitu NU dan Muhammadiyah dalam Sidang Isbat pada Minggu (5/6), sepakat untuk memutuskan hari pertama Ramadan jatuh pada hari Senin tanggal 6 Juni 2016.

Bila kita tengok ke tahun-tahun sebelumnya, ini merupakan kedua kalinya dalam lima tahun terakhir awal Ramadan dilakukan secara serentak oleh pemerintah dan juga ormas-ormas Muslim, terutama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang acap kali berbeda pendapat mengenai hal ini.

Hal serupa juga terjadi pada Ramdan tahun lalui (2015), ketika NU dan Muhammadiyah sepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada 18 Juni 2015, yang juga menyebabkan perayaan Idul Fitri yang berbarengan.

Di tahun-tahun sebelumnya, perbedaan penentuan awal Ramadan terjadi pada tahun 2014, 2013 dan 2012. Namun, untuk perayaan Idul Fitri tercatat tidak ada perbedaan pendapat sejak tahun 2012 hingga 2015, perbedaan perayaan hari raya Idul Fitri terakhir kali terjadi pada 2011, sebagaima dilansir dari beritagar.id.

Pada tahun 2015, Ramadan disepakati pada tanggal 18 Juni dan Idul Fitri pada 17 Juli. Pada tahun 2014, Muhammadiyah sehari mendahului pemerintah dengan penetapan awal Ramadan pada tanggal 28 Juni, sedangkan Idul Fitri serentak pad 28 Juli.

Pada 2013, Muhammadiyah juga menetapkan awal Ramadan lebih cepat sehari dibanding pemerintah, yaitu pada 9 Juli, sedangkan Idul Fitri serentak pada 8 Agustus. Pada 2012 juga Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadan pada tanggal 20 Juli, sementara pemerintah menetapkan 1 Ramadan pada 21 Juli, sedangkan Lebaran serentak pada tanggal 19 Agustus.

Menteri Agama Lukman Hakim menegaskan pemerintah akan merujuk pada dua metode yang digunakan oleh NU dan Muhammadiyah untuk melihat hilal. Menurutnya, kedua metode itu saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain, sehingga dapat sama-sama digunakan sebagai rujukan untuk penentuan tanggal 1 Ramadan.

“Kita memang perlu duduk bersama menentukan kriteria, sehingga posisi hilal seperti apa atau di mana posisi hilal memungkinkan dapat dilihat sehingga menghindari perbedaan di kemudian hari,” kata Lukman, dikutip CNN Indonesia.

(Visited 84 times, 1 visits today)