Astagfirullah! Karena Sakit Hati Anak Bunuh Orang Tua Lalu Memasak Dagingnya

1548 views

Dailymoslem–Henry Chau Hoi-lueng seorang pianis yang berasal dari Hongkong, divonis penjara seumur hidup, karena telah membunuh kedua orangtuanya sendiri secara sadis. Henry tidak hanya memutilasi mayat kedua orang tuanya, namun juga memasak bagian potongan badan mereka di dalam microwave.

Dilansir dari dailymail,  Kamis(26/3) pria yang berusia 31 tahun itu kemudian memasukkan bagian potongan tubuh kedua orangtuanya ke dalam kotak makan siang. Ternyata motif Henry dalam membunuh kedua orangtuanya karena sakit hati terhadap penolakan mereka untuk membiayai gaya hidup yang mewah.

Dalam pengadilan, wajah Henry tampak tenang pada saat vonis dibacakan oleh hakim. Bukan hanya dijatuhkan hukuman seumur hidup, namun juga hakim Michael Stuart Moore juga menjatuhkan hukuman tambahan sembilan tahun dan empat bulan penjara untuk dua tuduhan yang berbeda. Termasuk mencegah aturan hukum proses pemakaman kedua orangtuanya.

Henry sempat membantah melakukan pembunuhan kedua orangtuanya. Namun, akhirnya dia mengakui hal itu. Moore menyebut bahwa Henry sebagai orang yang kerap dipenuhi dengan fantasi menjadi orang yang sukses dan sosok yang narsis. Selain itu Moore menyebut Henry sebagai orang yang sangat berbahaya.

Henry juga kerap menyalahkan orang lain atas kesalahannya. “Orangtua Anda menjadi korban dari kesalahan yang Anda buat,” ujar Moore.

Chau Hoi-ying, kakak tertua Henry sebenarnya sudah ingin melapor ke polisi sejak kedua orangtuanya tidak berada di rumah. Namun, Henry mengatakan bahwa orangtua mereka sedang berkunjung ke daratan Tiongkok.

Namun, kepada seorang rekannya menyampaikan melalui pesan pendek bahwa Henry mengakui telah membunuh kedua orangtuanya. Kemudian polisi setempat berkunjung ke apartemen rekan Henry, Tse. Dan hasilnya polisi menemukan kepala Ayah dan Ibu Henry yang tersimpan di dalam dua lemari pendingin besar.

Selain itu beberapa potongan organ juga ditemukan di dalam kotak makan siang. Sedangkan, tiga kotak lainnya berisi bagian potongan daging yang telah ditaburi garam. Beberapa bagian tubuh yang hilang diduga telah dimasak dan dimakan.

Ahli patologi mencoba menyusun kembali bagian potongan tubuh dan menemukan fakta bahwa kedua korban sebelum dimutilasi ternyata ditusuk pada bagian dada dan leher.

Teman baik Henry, Tse, dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena telah menghalangi proses pemakaman. Tse beralasan membantu Henry karena dia merasa khawatir ibunya akan ikut dibunuh. Namun, akhirnya dia dilepas karena waktu penahanan yang telah habis.

Henry mengaku kepada pengadilan, ia sudah berencana ingin bunuh diri sejak enam bulan lalu, sebelum dia membunuh kedua orangtuanya. Jaksa penuntut meyakini bahwa Henry marah kepadaAyahnya karena telah menolak mengecilkan suara televisi ketika dia sedang belajar. Sedangkan, sang Ibu kerap memaksa Henry untuk belajar piano.

 

@ofisofiyanti

(Visited 617 times, 1 visits today)