Apa Makna ‘Mampu’ dalam Melaksanakan Ibadah Haji?

390 views Leave a comment
Apa Makna ‘Mampu’ dalam Melaksanakan Ibadah Haji?

Dailymoslem – Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban umat Islam yang tertera dalam rukun Islam yang ke-lima setelah syahadat, sholat, puasa dan zakat. Sama seperti rukun Islam yang lainnya, menunaikan ibadah haji juga memiliki prioritas yang tinggi atau wajib.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. 3/Ali Imron: 97)

Namun, tidak seperti ibadah lainnya yang wajib dilakukan tanpa syarat apapun, ibadah haji hanya wajib dilakukan bagi mereka yang mampu melakukannya.

Nah, apakah yang dimaksud dengan wajib jika mampu? Apa makna mampu dalam kewajiban menunaikan ibadah haji bagi umat Islam?

Melaksanakan ibadah haji tak semudah melaksanakan ibadah lainnya seperti sholat, puasa dan zakat, karena ibadah haji hanya bisa dilakukan di Baitullah, Mekkah dan beberapa tempat lain di sekitar Mekkah dan Madinah.

Dibutuhkan dana yang tidak sedikit bagi umat Muslim di seluruh pelosok dunia untuk mencapai Mekkah dan Madinah. Selain itu, dibutuhkan juga kondisi fisik yang sehat dan kuat untuk sampai di Mekkah dan melakukan berbagai ritual ibadah haji.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada yang bertanya pada Rasulullah , “Wahai Rasulullah, apa itu sabiil (mampu dalam haji)?” Jawab beliau, “Mampu dalam hal bekal dan berkendaraan.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dan dishahihkan oleh Al Hakim. Namun yang tepat hadits tersebut mursal. Tirmidzi juga mengeluarkan hadits tersebut dari Ibnu ‘Umar dan sanadnya dho’if.

(HR. Ad Daruquthni 2: 216 dan Al Hakim 1: 442).

Jika kita sudah memiliki kemampuan secara materi dan fisik, maka sebaiknya tidak menunda-nunda lagi untuk menunaikan ibadah haji.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali ‘Imran: 97).

Ilustrasi featured image: aquila-style.com.

(Visited 472 times, 1 visits today)