Aceh Kembali Tampung Ratusan Rohingya yang Terdampar Di Lautan

805 views

Dailymoslem – Setelah berbulan-bulan terdampar di lautan, sebuah perahu yang berisikan rombongan orang Rohingya dan warga Bangladesh akhirnya diselamatkan oleh nelayan dari Julok, Aceh Utara.

Rombongan di perahu ini terdiri dari warga Bangladesh yang lari dari kemiskinan di negaranya dan juga kelompok Rohingya yang lari dari Myanmar untuk menghindari pembunuhan dan pembantaian terhadap kelompoknya.

Mereka awalnya ikut di perahu penyelundup sekitar tiga bulan lalu, seorang dari kelompok Rohingya mengaku dirinya berniat untuk menyelundup ke Malaysia untuk hidup bersama saudara perempuannya. Namun, tiga minggu lalu pemilik kapal pergi dengan menggunakan speed boat, meninggalkan mereka di tengah laut dan tidak kembali. Seperti dilansir unhcr.org, mereka mengandalkan satu orang yang bisa mengemudikan perahu dan berlayar hingga mereka kehabisan bahan bakar, kemudian merekapun terkatung-katung di lautan.

Hingga pada Rabu (20/5) dini hari, mereka diselamatkan oleh nelayan asal Julok, Aceh. Karena perahu nelayan yang tidak cukup, ke-400 orang di dalam perahu tersebut di angkut ke daratan Aceh secara bergantian.

Warga Bangladesh dan kelompok etnis Rohingya dipisahkan di tempat penampungan yang berbeda. Warga Bangladesh rencanannya akan dideportasi karena masih memiliki kewarganegaraan. Sedangkan tindak lanjut untuk kelompok etnis Rohingya masih menunggu keputusan pemerintah.

Sepekan yang lalu, ratusan kelompok Rohingya lainnya juga mendarat di Pantai Aceh setelah ditemukan nelayan sedang terapung di lautan.

Dilansir dari CNN Indonesia, hingga Rabu (20/5) masih terdapat ribuan imigran gelap yang saat ini terdampar di tengah lautan.

Melihat Daratan, Seperti Melihat Surga

Kedatangan ratusan para pengungsi Rohingya dan Bangladesh ini mengejutkan warga pedesaan nelayan di Meunasah Sagoh, Aceh Utara. Menurut warga, mereka seperti menemukan surge saat melihat daratan. Saat perahu bersandar, mereka menceburkan diri dan berenang ke daratan, kemudian berlarian ke pepohonan untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan, mereka terlihat sungguh-sungguh kelaparan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Beberapa orang ada yang dalam kondisi sangat lemah karena kelaparan dan dehidrasi, sementara beberapa orang lainnya ada yang bersembunyi di pepohonan karena mengira ini daratan Malaysia dan takut diserang.

“Mereka memberi salam ‘Assalamualaikum’ dan berkata ‘Muslim, muslim’, inilah yang membuat kami tidak terlalu takut dan panik,” kata salah seorang warga yang menceritakan kehadiran pengungsi Rohingya pada Minggu (10/5) lalu, dilansir dari CNN Indonesia.

Warga setempat kemudian secara swadaya menyediakan makanan seadanya dan juga meminjamkan kamar mandi mereka untuk para pengungsi.

Semoga para Muslim Rohingya ini segera mendapat jalan keluar untuk bisa hidup damai tanpa ancaman, ya. Aamiin.

(Visited 316 times, 1 visits today)