75% Orang Mengakui Bahwa Kehidupannya yang Sebenarnya Tak Semenarik yang Dibagikannya Di Facebook

74 views Leave a comment
75% Orang Mengakui Bahwa Kehidupannya yang Sebenarnya Tak Semenarik yang Dibagikannya Di Facebook

Dailymoslem – Pernah melihat foto liburan fantastis salah satu teman di Facebook? Atau mungkin foto momen bersama keluarga yang begitu hangat dan penuh cinta? Atau,┬ástatus-status inspiratif tentang pengalaman hidup dan percintaannya?

Bisa jadi, semua yang anda lihat di akun Facebook seseorang tidak sungguh-sungguh menggambarkan kehidupannya yang sebenarnya.

Pada kenyataannya, 75% orang dalam survey mengakui bahwa kehidupan nyata mereka tidak semenarik seperti yang mereka bagikan di Facebook. Artinya, hal-hal menarik yang mereka bagikan di Facebook tersebut adalah palsu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh produsen smartphone HTC di Inggris membuktikan bahwa kehidupan mereka terlihat menyenangkan dan menarik, banyak orang yang meminjam barang-barang tertentu untuk diupload di media sosial sebagai mereka, dilansir dari dailymail.co.uk.

Mereka juga mengakui bahwa tujuan diuploadnya barang-barang tersebut untuk membuat teman-teman mereka iri dengan apa yang mereka miliki, meski sebenarnya hal tersebut tidak sungguh-sungguh dimilikinya.

Hal ini juga menjadi perhatian psikolog Jo Hemmings yang mengatakan bahwa hal ini tidaklah mengagetkan, “Kita tinggal di masa komunikasi instan,” katanya, “Fashion dan style yang dulu hidup di majalah sudah mati, sekarang media sosial lebih memiliki kekuatan yang mengalahkan majalah dan koran.”

Media sosial memang nampaknya telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia urban masa kini. Katakanlah media sosial Instagram, sekitar 76% orang mengaku ingin membeli suatu barang hanya karena mereka melihatnya di Instagram.

Peter Frolunda dari HTC mengatakan, “Di tahun 2015, semua orang merasa dirinya fotografer, semakin sering kita melihat orang mengekspresikan diri mereka dan menunjukkannya pada dunia melalui foto.

(Visited 147 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS