5 Kesalahan Dalam Membayar Zakat Fitrah yang Sering Terjadi Tanpa Disadari

3851 views
zakat fitrah

Dailymoslem – Di bulan Ramadhan, umat Muslim memiliki kewajiban lain selain membayar zakat maal atau zakat harta, yaitu kewajiban untuk membayarkan zakat fitrah yang biasanya dibayarkan pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan.

Namun, dalam prakteknya seringkali terjadi beberapa kesalahan dalam membayar zakat fitrah yang terjadi tanpa kita sadari, misalnya 5 hal berikut ini.

Membayar Zakat Fitrah Di Hari Idul Fitri

Membayar zakaat fitrah sejatinya dilakukan di hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, baik di beberapa hari sebelumnya atau juga di malam sebelum Idul Fitri atau malam takbir agar zakat yang kita berikan bisa sampai pada orang yang membutuhkan tepat di Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya adalah agar orang yang membutuhkan bisa sama-sama merasakan kebahagiaan dari zakat yang kita berikan di Hari Raya Idul Fitri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima; dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menunda-nunda Membayar Zakat

Seringkali orang menunda-nunda untuk membayar zakat karena kesibukan atau berbagai hal lainnya, sehingga harta tersebut semakin lama juga untuk sampai pada yang membutuhkan. Hendaknya langsung membayarkan zakat fitrah saat kita sudah punya rezeki untuk membayarkannya.

(Baca juga: Keutamaan Bersedekah Di Hari Jum’at)

Membayar Zakat Bukan Pada Kaum Fakir Miskin

Sedekah memang bisa diberikan pada siapa saja dan apa saja, termasuk pembangunan masjid atau sarana umum lainnya. Tapi khusus untuk zakat fitrah, kita harus membayarkannya pada kaum fakir miskin dan bukan pada proyek pembangunan masjid atau apapun yang bukan fakir miskin.

Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang dan Bukan Makanan

Zakat fitrah sejatinya dibayarkan dalam bentuk makanan dan bukan dalam bentuk uang. Mungkin ini juga merupakan salah satu cara agar zakat yang kita bayarkan akan jatuh pada fakir miskin, bukan untuk hal lain seperti proyek pembangunan atau semacamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah shallallahu ‘laihi wassalam mewajibkan zakat fitri dan bersabda, ‘Cukupkan mereka (fakir miskin) pada hari itu’.” (HR. Daruqutni dan Baihaqi)

Mengenai jumlah yang dibayarkan, disebutkan dalam hadist bahwa Rasulullah mewajibkan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum. Bisa juga kita ganti dengan beras atau makanan pokok lain dengan jumlah yang sama.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Satu sha’ jumlahnya sama dengan 3,5 liter atau 2.7 Kg.

Membayarkan Zakat Fitrah Pada Fakir Miskin Non-Muslim

Sedekah di hari-hari biasanya mungkin bisa kita berikan pada siapa saja, termasuk pengemis di jalanan yang kita tidak tahu muslim atau bukan. Tapi khusus untuk zakat fitrah, sedekah ini eksklusif untuk umat Muslim agar di Hari Raya Idul Fitri nanti kita sesama umat Muslim bisa sama-sama merasakan kebahagiaan dan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

(Baca juga: Antara Sedekah dan Jodoh)

Itulah kira-kira beberapa hal kesalahan membayar zakat yang sering terjadi tanpa disadari. Wallahu alam bisshawab.

Disarikan dari berbagai sumber.

(Visited 10,540 times, 1 visits today)