5 Fakta Tentang Temuan Terompet Berbahan Sampul Al-Qur’an Jelang Tahun Baru

100 views Leave a comment
5 Fakta Tentang Temuan Terompet Berbahan Sampul Al-Qur'an Jelang Tahun Baru

Dailymoslem – Di momen menjelang tahun baru seperti sekarang ini, penjual terompet bisa kita temui hampir di setiap sudut jalan. Merupakan kebiasaan masyarakat untuk meniup terompet dan menyalakan kembang api di momen pergantian tahun.

Namun, beberapa waktu lalu ditemukan terompet-terompet yang terbuat dari sampul Al-Qur’an yang lantas menghebohkan masyarakat. Kasus ini dianggap penistaan agama karena sampul dari Al-Qur’an yang jelas-jelas merupakan kitab suci umat Muslim, dibuat sebagai bahan terompet yang akan digunakan untuk bersenang-senang kemudian dibuang. Umumnya orang membuat terompet dari kertas-kertas bekas.

Bagaimanakah kronologisnya hingga Al-Qur’an dijadikan bahan membuat terompet dan apa tujuan sebenarnya? Berikut ini 5 faktanya.

Ditemukan Pertamakali Di Kendal Seharga Rp. 3.500

Terompet berbahan sampul Al-Qur’an ini ditemukan pertamakali di Kendal dengan harga Rp. 3.500 per buah yang meluas hingga ke daerah-daerah lainnya seperti Demak, Wonogiri dan Blora. Kasus ini ditangani jajaran Polres Jateng dengan mengamankan terompet-terompet tersebut.

Terompet Berbahan Al-Qur’an Ternyata Bersumber dari Wonogiri

Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean mengatakan bahwa bahan baku terompet bertuliskan huruf Arab dan kaligrafi tersebut berasal dari Kendal. Namun setelah diselidiki, ternyata berasal dari Kabupaten Wonogiri. Perajin terompet mengaku bahwa bahan-bahan tersebut disuplai dari sebuah CV dari Semarang.

Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, memang telah dikenal sebagai sentra kerajinan mainan anak dan terompet. Polisi menyita bahan baku maupun terompet jadi. Tiga orang penjual, berikut tujuh perajin diperiksa. Sebagian dari mereka mengaku memperoleh bahan baku dari Solo.

Hasil Penyelidikan Sementara

Temuan 14 ribu terompet berbahan sampul Al-Qur’an awalnya diawali dengan pesanan dari PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk., yang memesan terompet kepada CV. Ashfri Advertising yang berlokasi di Semarang. Tak disangka, terompet tersebut ternyata berbahan sampul Al-Qur’an. CV. Ashfri Advertising sendiri juga mengakui kelalaian mereka dan siap bertanggung jawab.

Permohonan Maaf dari CV. Ashri Advertising

“Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami akui ceroboh dalam pengawasan di bagian produksi. Kami siap bertanggung jawab,” tutur Al Ashfriana pemilik advertising tersebut yang mengklarifikasi kasus temuan terompet berbahan sampul Al-Qur’an.”

Tindakan Tegas dari MUI

Menghadapi kasus ini, MUI sebagai lembaga Muslim tertinggi di Indonesia juga telah melakukan tindakan tegas dengan menitahkan MUI Kabupaten Semarang, Kendal dan sekitarnya untuk bekerjasama dengan Polri untuk mengusut kasus ini.

 

(Visited 184 times, 2 visits today)