10 Sifat Muslim Yang Akan Mengantarkan Ke Dalam Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat

718 views
love

Dailymoslem  – Sempurna adalah satu sifat yang hanya dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satupun makhluk ciptaannya yang memiliki sifat tersebut. Meskipun manusia disebut-sebut sebagai makhluk yang paling sempurna dan diberi tanggung jawab untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini, namun pada dasarnya tidak ada satupun manusia yang memiliki kesempurnaan.

Mereka yang terbaik bukan karena kesempurnaan fisik dan batin menyelimutinya dari lahir, namun mereka yang berjuang untuk terus memperbaiki diri hari demi hari. Sebenarnya sifat seperti apa yang harus dimiliki oleh seseorang sehingga dirinya dikategorikan sebagai muslim atau muslimah yang baik. Apakah mereka yang pandai mengerjakan soal atau mereka yang mudah bergaul dengan siapa saja?

Nah, sepuluh sifat inilah yang harus ditargetkan guna memperbaiki diri agar mendapatkan ridha illahi dan membawa kebahagiaan tidak hanya di dunia namun juga di akhirat.

Memiliki salimul aqidah atau aqidah yang lurus

Aqidah adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap muslim dan muslimah. Aqidah lah yang akan memperkuat ikatan seorang manusia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika seseorang memiliki aqidah yang kuat, maka ia tidak akan melakukan sesuatu tindakan yang menyimpang dan sia-sia.

Beribadah dengan benar sesuai ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Manusia diciptkan hanya untuk beribadah kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala, tentunya dengan cara yang benar seperti dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Rasulullah bersabda,

Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat.”

Maka sesuatu yang tidak sesuai atau terkategorikan sebuah bid’ah harus ditinggalkan.

Akhlak yang baik serta kuat

Menjadi seorang yang lebih baik lagi tentunya harus memiliki akhlak yang baik dan kokoh sehingga tak mudah untuk jatuh pada sesuatu yang tidak benar. Akhlak yang mulia begitu penting bagi umat manusia, oleh karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus untuk salah satunya mengajarkan dan memperbaiki akhlak manusia dengan akhlaknya yang begitu mulia.

Berwawasan luas dan tidak menutup diri untuk mempelajari sesuatu yang baru

Memiliki wawasan yang luas dapat membantu seseorang untuk melihat mana yang benar dan mana yang salah. Di zaman yang serba canggih dan baru seperti sekarang ini, mudah sekali memoles kesalahan menjadi sesuatu yang dibenarkan. Bahkan sepertinya mudah sekali memutar balikan fakta agar sebuah kesalahan dianggap benar.

Untuk menghadapinya diperlukan kepintaran dan wawasan yang luas tentang ilmu agama atau ilmu dunia yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu ‘ berlapang-lapanglah dalam majelis’ maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ‘Berdirilah kamu’ maka berdirilah niscara Allah kan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Mujadilah:11)

Memiliki fisik yang kuat dan sehat

Tubuh adalah kendaraan bagi kita untuk terus berjuang menambah ilmu pengetahuan dan memperbaiki diri. Jika tubuh sakit, maka akan menghambat pejuangan kita. Oleh karena itu tubuh yang sehat dan kuat dibutuhkan dalam rangka mengejar ridha illahi.

Meskipun demikian, kadang kondisi tubuh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga membutuhkan waktu untuk membuatnya kembali sehat. Namun itu semua datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mungkin salah satu cobaan atau untuk menunjukan kasih sayang-Nya.

Mampu berjuang melawan hawa nafsu

Mau berjuang melawan hawa nafsu adalah salah satu hal yang sangat penting bagi seorang muslim atau muslimah untuk menjalani kehidupan yang fana ini. Manusia sendiri memang memiliki kecenderungan untuk melakukan sebuah keburukan. Apalagi jalan menuju neraka dihiasi dengan berbagai kenimatan dunia yang membutakan berbeda dengan jalan menuju syurga yang terlihat kuno, sulit dan penuh cobaan.

Mampu berjuang melawan hawa nafsu adalah sebuah kekuatan yang sangat dibutuhkan demi mencapai impian sebagai muslim dan muslimah yang baik. Yang bahagia di dunia dan di akhirat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam).” (HR. Hakim)

Disiplin dan menghargai waktu

Seperti yang kita ketahui bahwa waktu tidak dapat diputar kembali. Oleh karena itu, sifat disiplin dan menghargai akan waktu sangat berguna bagi manusia untuk dapat hidup bahagian di dunia dan di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala seringkali bersumpah dalam Al-Quran dengan menyebut-nyebut waktu seperti dalam surah Al-Fajr, Ad-Dhuha, Al-Ashr, Al-Lail dan lain sebagainya. Salah satu contohnya adalah, Allah berfirman dalam surah Al-Ashr:

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS Al ‘Ashr: 1-3)

Teratur dalam suatu urusan

Sifat ini termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Dimana segala suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.

Memiliki sifat mandiri

Mempertahankan kebenaran dan berjuang mengegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Seorang muslim haruslah dapat menopang hidupnya sendiri tanpa harus menggantungkan diri pada orang lain.

Bagaimana bisa berzakat, sedekah, infaq bahkan menunaikan ibadah haji jika dirinya tak mampu mengisi perut sendiri?

Oleh karena itu banyak sekali ayat dalam Al-Quran yang memerintahkan untuk mencari nafkah disamping beribadah. Demi menjadi seorang yang mandiri pastinya harus memiliki keterampilan dan keahlian yang di dapatkan dari mencari ilmu.

Bermanfaat bagi orang lain

Hal ini adalah implementasi dari usaha kita untuk memperbaiki diri. Dengan mampu membantu orang lain dimanapun kaki berpijak, berarti kita telah berusaha memaksimalkan segala potensi diri. Selain itu, membantu orang lain pun sama dengan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Qudhy dari Jabir)

 

(Visited 879 times, 1 visits today)