10 Muslim Yang Mendapatkan Penghargaan Nobel

232 views Leave a comment
10 Muslim Yang Mendapatkan Penghargaan Nobel

Dailymoslem – Nobel didirikan oleh Alfred Nobel pada tahun 1895,  sebagai penghargaan bagi mereka yang mampu berkontribusi dalam hal kebudayaan ataupun kemajuan ilmiah yang dibagi menjadi enam kategori yaitu sastra, kimia, ekonomi, fisika, perdamaian dunia dan juga kedokteran.

Dalam hal keilmuan, Islam juga memiliki banyak tokoh yang menghasilkan sebuah ilmu yang berguna bagi kehidupan manusia. Sebut saja Ibnu Sina yang banyak menelurkan buku mengenai kedokteran, juga mengenai filsafa, mantik, matematika, ilmu alam dan juga ilahi hayat.

Selain itu ada juga Al-khawarizmi seroang ahli matematika, astronomi, astrologi dan geografi dari Persia. Sepanjang hidupnya ia menjadi dosen di sekolah kehormnata di Bagdad dan menulis buku Al-jabar yang terkenal hingga sekarang.

Sejak, nobel pertama kali didirikan tercatat sekitar 900 orang diberikan penghargaan atas kontribusi yang luar biasa dalam bidangnya masing-masing. Namun ternyata hanya 12 orang muslim yang mendapatkan  penghargaan tersebut. Berikut ini 10 muslim diantaranya.

Anwar Al-Sadat

anwar

Ia merupakan mantan presiden Mesir yang mendapatkan nobel atas kontribusinya pada perjanjian perdamaian di Timur Tengah serta perdamaian antara Mesir dan Israel. Perjanjian  Camp David itu ditandatangani pada tahun 19 78. Dengan hal ini Anwar Al-Sadat menjadi muslim pertama yang memenangkan Nobel.

Yasser Arafat

yaser arafat

Sama halnya dengan Anwar Al-Sadat, mantan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina ini menerima penghargaan Nobel dalam bidang perdamaian di Timur tengah.

Shirin Ebadi

shirin ebadi

Wanita yang berprofesi sebagai pengacara dan aktivis kemanusiaan ini menerima penghargaan Nobel kategori 2003 silam. Usahanya untuk demokrasi dan hak asasi yang difokuskan pada anak dan perempuan berhasil mencatutkan namanya sebagi salah satu Muslim yang menerima Nobel.

Mohamed El Baradei

mohamed

Pria yang berprofesi sebagai Diplomat ini melakukan upaya untuk mencegah penggunaan energi nuklir untuk tujuan militer. Ia juga memastikan bahwa energi tersebut hanya dilakukan untuk tujuan perdamaian dan dilakukan dengan cara yang sedamai mungkin.

Tujuan Mohamed El Baradei ini berhasil membawanya mendapatkan penghargaan Nobel dalam kategori perdamaian. Luar biasanya lagi, ia menyumbangkan semua kemenangannya untuk membangun panti asuhan di Kairo.

Muhammad Yunus

Muhammad-Yunus-800x440

Muhammad Yunus merupakan seorang pendiri Garmeen Bank yang merupakan lembaga keuangan mikro. Bank ini didirikan di Banglades dan menyediakan pinjaman kecil kepada rakyat kecil tanpa jaminan. Hadiah Nobel pun diberikan untuk menghargai usahanya memerangi kemiskinan dan upaya membangun ekonomi dan sosial dari bawah.

Malala Yousafzai

malala

Malala merupakan aktivis yang mengusahakan pendidikan perempuan dengan menentang Taliban di Pakistan. Ia juga menuntut bahwa anak perempuan harus diizinkan menerima pendidikan. Usahanya bukan tanpa halangan, Malala sempat ditembak di kepala oleh pria Taliban pada 2012 namun ia masih dapat selamat. Pada usianya yang menginjak 17 tahun, ia menerima hadiah Nobel perdamaian. Dengan ini ia menjadi orang termuda yang menerima penghargaan Nobel.

Mohammad Abdus Salam

mohammad abdus

Pada tahun 1979, Abdus Salam bersama dua orang lainnya menerima penghargaan Nobel karena kontribusinya pada teori mengenai interaksi elektromagnetik lemah antara partikel elementer, termasuk antara lain, prediksi arus netral lemah.

Tawakkul Karman

tawakkul

Wanita satu ini memimpin kelompok “Women Journalist Without Chains” yang didirikan pada tahun 2005. Kemudian pada tahun 2001 ia menjadi salah satu sosok pada pemberontakan musim semi di Arab. Sejak saat itu, Yaman memanggilnya sebagai Iron Woman  dan Mother of the Revolution.

Pada tahun itu juga, ia menerima Nobel karena upaya perdamaiannya. Hal tersebut menjadikan Tawakkul Karman menjadi wanita Muslim kedua yang memenangkan hadiah Nobel termuda.

Orhan Pamuk

orhan pamuk

Novelis asal Turki ini mendapatkan Nobel Sastra pada tahun 2006 atas buku yang terjual di seluruh dunia hingga mencapai 11 juta kopi dalam 60 bahasa. Bukunya yang terkenal adalah My Name Is Red dan Snow.

Ahmed Zewail

ahmed zewail

Ahmed Zewail merupakan seorang ahli kimia Muslim pertama yang dianugrahi Nobel. Ia juga dicatut sebagai ilmuan Muslim kedua dan disebut sebagai Father of femtochemistry”.

Femtochemistry sendiri merupakan bidang kimia fisik yang mempelajari reaksi kimia pada skala waktu yang sangat singkat. Ahmed Zewail mendapatkan penghargaan Nobel tersebut pada tahun 1999.

Baca Juga:

Cara Dr Zakir Naik Menjawab Pertanyaan Polos Anak Tentang Allah

Perempuan Hindu Ini Masuk Islam Setelah Berdebat Dengan Dr Zakir Naik

Mengenal Dr Zakir Naik, Pendakwah Cerdas Yang Ditakuti Tokoh Agama Lain

(Visited 218 times, 1 visits today)