Empat Amanat Terakhir Rasulullah Di Arafah

460 views Leave a comment
Empat Amanat Terakhir Rasulullah Di Arafah

Dailymoslem – Persiapan proses wukuf di Arafah terus dilakukan oleh Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Kabarnya, keberangkatan Jamaah haji asal Indonesia akan dibagi tiga tahap yaitu pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 waktu setempat.

Wukuf Arafah yang akan dilaksanakan pada 9 Duzulhijjah mendatang merupakan kegiatan ibadah haji yang paling utama. Mereka yang melakukan rangkaian ibadah haji harus melakukan wukuf di Arafah, karena sah atau tidaknya berhaji ditentukan oleh kegiatan ini.

Di akhir hayat Rasulullah Shallallau Alahi Wa Sallam, beliau menyampaikan khutbah yang dikenal sebagai khutbah wada (khutbah terakhir) di padang Arafah. Sesuai dengan namanya, khutbah ini menjadi yang terakhir sebelum Rasulullah wafat. Beliau bersabda,

Ambilah dariku cara kalian bermanasik haji, mungkin sehabis tahun ini aku tidak akan menunaikan ibadah haji lagi.” (HR Muslim)

Bersama dengan khutbah tersebut juga, turun ayat Al-Quran terakhir yang memiliki arti,

Pada hari ini telah Aku sempurnakan Agama untuk kalian dan yelah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian dan telah Aku ridhai Islam sebagai Agama kalian.” (Q.S Al-Maidah: 3)

Dalam khutbah tersebut Rasulullah menyampaikan empat amanat penting untuk seluruh jamaah. Beliau bahkan meminta perhatian dari seluruh jamaah dengan sungguh-sungguh dan pada akhir khutbah, Beliau mengakat telunjuknya ke langit dan menunjuk orang banyak seraya berkata,

Allahymmasyhad.. Allahymmasyhad.. Allahymmasyhad..! (Ya Allah saksikanlah.. Ya Allah saksikanlah..

Ya Allah saksikanlah..!) “

Empat amana penting bagi umat Muslim itu adalah:

Inna dimaa-a-kum wa amwaalakum haroomun ‘alaikum

Sesungguhnya darahmu dan hartamu haram atasmu sekalian.  Kalimat ini menunjukan bahwa Rasulullah mengamanatkan untuk selalu menjaga persaudaraan. Beliau melarang untuk menyaikiti dan membunuh sesame muslim ataupun merampas hartanya secara dzalim.

Wa ribaal jaahiliyyati maudhu’un

Dan riba jahiliyah itu terlarang. Beliau mewanit-wanit untuk menjauhi riba karena itu adalah perbuatan dosa, sedangkan memakannya sama dengan memakan duri di neraka. Perbuatan riba harus benar-benar dienyahkan dari unsur ekonomi dalam masyarakat semisal judi, penipuan dan lain sebagainya.

Fattaquullaha fien nisaa-i fainnakum akhodztumuhunna biamaanillah

Jaga dan bertakwalah kepada Allah dalam hal perempuan, sesungguhnya engkau mengambilnya dengan amanah Allah. Rasulullah mengamanatkan seluruh muslim untuk menjaga kaum perempuan (istri). Menjaga secara fisik maupun batin karena sikap seorang muslimah kepada suami menjadi salah satu perwujudan kemuliaan atau kehinaan dirinya.

Wa qad taraktu fiikum maa lan tadhilluu ba’dahu in i’tashomtum bihi kitaaballahi

Dan sesungguhnya aku tinggalkan kepadamu yang jika berpegang padanya tak akan sesat selama-lamanya, Kitabullah. Al-Quran sebagai mukzizat Rasul menjadi warisan yang akan mengatur kehidupan manusia. Al-Quran adalah pedoman hidup dimana sekeras apapun zaman jika terus berpanutan kepada Al-Quran maka akan selamat. Namun jika tidak maka merugilah.

 

(Visited 1,465 times, 1 visits today)