Haruskah Tetap Berpuasa Saat Mudik?

501 views
puasa mudik

Dailymoslem – Saat harus melalui perjalanan mudik yang berpuluh-puluh kilo jauhnya, seringkali kita melihat pemudik yang makan atau minum saat di perjalanan mudik, atau mungkin kita sendiri pernah melakukannya.

Pemudik mungkin membatalkan puasa karena kelelahan dalam perjalanan, sehingga merasa tidak kuat untuk melanjutkan puasa dan membutuhkan tambahan asupan makanan dan cairan.

Tapi, seperti yang kita ketahui sekarang ini alat transportasi sudah sangat mudah dan cepat. Jarak puluhan kilometer yang dulu ditempuh selama berjam-jam menggunakan unta atau kuda kini bisa ditempuh hanya dalam waktu beberapa jam saja dengan pesawat. Jikapun mudik melalui jalan darat, rasanya kita masih bisa merasa nyaman di dalam mobil ber-ac dan cukup kuat untuk melanjutkan puasa.

Tapi, bukankah musafir yang sedang mengalami perjalanan jauh boleh untuk tidak berpuasa?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (QS. Al Baqarah: 185)

Dalam ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang sedang dalam perjalanan boleh membatalkan puasanya dengan catatan menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.

Namun, apa kita juga boleh tetap membatalkan puasa meski tidak kelelahan dalam perjalanan mudik?

Sebuah hadist mengatakan:

Dan pada satu lafazh… dikatakan kepada Rasulullah bahwasanya orang-orang telah kepayahan dengan shaum, dan mereka hanya menunggu perbuatan paduka tuan. Maka Rasulullah meminta sekendi dari air sesudah ‘Ashar, lalu ia minum. (HR. Muslim)

Dalam hadist ini dikatakan bahwa Rasulullah sebagai pemimpin mencontohkan kepada rakyatnya untuk berbuka puasa ketika mereka sungguh telah kepayahan dengan shaum.

Berkaca dari hadist ini, dapat kita simpulkan bahwa kita boleh membatalkan puasa saat sedang mudik atau dalam perjalanan jika kita sudah benar-benar kepayahan dan tidak sanggup melanjutkan puasa. Misalnya jika sudah merasakan kehausan yang tidak tertahankan dan tubuh yang lemas karena habisnya energi, agar kita bisa mengembalikan energi untuk melanjutkan perjalanan.

Sesungguhnya Allah tidak pernah mempersulit hambanya dalam menjalankan ibadah. Allahu ‘alam bisshawab.

(Visited 306 times, 1 visits today)