Meski Puasa, Ibtihaj Muhammad Tetap Latihan 7 Jam Sekali untuk Hadapi Kejuaraan Olympic

90 views Leave a comment
Meski Puasa, Ibtihaj Muhammad Tetap Latihan 7 Jam Sekali untuk Hadapi Kejuaraan Olympic

Dailymoslem – Ibadah puasa tidak dijadikan alasan bagi Ibtihaj Muhammad yang telah meraih predikat atlit fencer terbaik dunia untuk bermalas-malasan dalam berlatih. Apalagi, saat ini Ibtihaj juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan Olympic bersama tim USA.

“Agamaku adalah yang terpenting untukku,” ujar Ibtihaj Muhammad dalam wawancaranya bersama The Huffington Post. “Jadi, tidak perlu dipertanyakan lagi apakah aku tetap berpuasa saat berlatih. Di tahun-tahun sebelumnya, aku juga sudah terbiasa berpuasa sambil berlatih. Hanya saja bedanya, tahun ini aku akan menghadapi Olympic,” tuturnya.

Bulan depan, Muslimah asal New Jersey ini akan mengikuti kejuaraan Olympic di Rio de Janeiro, Brazil bersama tim USA. Di kesempatan kali ini, Ibtihaj juga akan mencetak sejarah sebagai perempuan berhijab pertama yang mengikuti kejuaraan Olympic.

Selama Ramadan, Ibtihaj bangun dini hari untuk sahur dan shalat subuh. Kemudian ia mulai berlatih pada jam 6:45 hhingga jam 8 pagi. Siang hari, Ibtihaj kembali latihan pada jam 1 atau jam 2 siang hingga mendekati waktu buka puasa.

“Aku memiliki perkiraan tersendiri tentang berapa banyak yang bisa aku lakukan selama puasa,” aku Ibtihaj. Ia tahu kapan harus berlatih keras dan kapan harus sedikit lebih santai saat berlatih ketika ia berpuasa.

Makanan Sehat

Untuk mendukung kekuatan fisiknya, Ibtihaj juga melakukan diet sehat untuk mengatur makanan yang masuk ke tubuhnya agar energinya cukup untuk sepanjang hari. Ibtihaj mengaku sering mengonsumsi makanan sumber energi, seperti jus buah dan sayur yang dicampur biji chia dan flaxseed agar ia mendapat nutrisi yang cukup untuk berlatih.

Meski Puasa, Ibtihaj Muhammad Tetap Latihan 7 Jam Sekali untuk Hadapi Kejuaraan Olympic

Ibtihaj Muhammad di sela latihan fence

Masalah lain yang dihadapi Ibtihaj adalah masalah dehidrasi. Untuk mengatasinya, ia banyak mengonsumsi makanan yang memiliki banyak kandungan air seperti semangka saat buka dan sahur agar tidak mengalami dehidrasi.

Tetap Shalat Tarawih

Di tengah segala kesibukannya di Ramadan kali ini, Ibtihaj juga tak ingin melewatkan untuk shalat tarawih setiap malam, meski tarawih di daerahnya berakhir sekitar pukul 11.30 atau tengah malam, sedangkan ia masih harus bangun dini hari untuk sahur.

“Hanya di bulan suci inilah kita dapat kesempatan untuk melaksanakan shalat tarawih,” ujar Ibtihaj pada Huffpost. “Mungkin memang terasa sangat berat, apalagi terkadang latihanku juga cukup memakan energi. Tapi bulan Ramadan akan berlalu begitu cepat, dan aku ingin memaksimalkannya.”

“Berpuasa memang tak pernah mudah untuk siapapun. Aku tidak merasa perjuanganku berbeda dengan orang-orang lainnya. Aku masih bersyukur karena aku tahu setelah waktunya berbuka aku masih bisa makan, sementara di dunia ini masih banyak orang yang kekurangan makanan dan air sebagai kebutuhan dasar mereka,” tutupnya.

(Visited 40 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS