Membaca 2 Ayat Al-Quran Ini Dapat Mendatangkan Kecukupan Dari Allah SWT

148 views Leave a comment
Kentut Saat Membaca Al-Quran, Apakah Harus Kembali Berwudhu?

Dailymoslem – Hidup akan terasa menyenangkan jika segala kebutuhan dapat dipenuhi. Tak perlu harta berlebih dalam keadaan cukup saja, hidup sudah sangat nyaman. Namun Allah menguji sebagian orang dengan kekurangan dalam hidupnya. Entah itu dengan kekurangan finansial, kesehatan dan lain sebagainya.

Agar hidup selalu dalam keadaan cukup, ada Rasulullah mengatakan ada satu hal yang dapat dilakukan setiap malam hari. Dalam sebuah hadist,Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari )

Mengenai hadist diatas para ulama mengatakan bukan hanya diberi kecukupan dalam hidup di dunia dan akhirat saja, namun juga akan dijauhkan dari keadaan buruk yang mungkin saja terjadi. Keimanannya pun akan senantiasa diperbaharui karena dalam dua ayat terakhir tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman,

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits.

Baca Juga:

Masya Allah, Ini Adalah Keutamaan Dari Istigfar

Masya Allah, Ini Adalah Keutamaan Shalat Tahajud

Inilah 10 Keutamaan Bersilaturahmi

Subhanallah, Inilah Keutamaan Seorang Wanita Dalam Islam

Keutamaan Bersedekah di Hari Jumat

Keutamaan Wudhu Sebelum Tidur

(Visited 426 times, 1 visits today)