Kisah Cinta Dibalik Motif Tuntrum

228 views Leave a comment
Kisah Cinta Dibalik Motif Tuntrum

Dailymoslem – Di daerah Solo dan Pekalongan ada sebauh motif batik yang sangat terkenal, yaitu batik motif tuntrum. Motif yang mirip bintang yang berkelap-kelip sekaligus bunga yang indah ini ternyata makna yang sangat romantis.

Nama tuntrum yang berasal dari istilah teruntum-tuntum (bahasa Jawa) yang artinya tumbuh lagi, disematkan karena memang kisah dibaliknya, merupakan kisah berseminya kembali cinta dan kasih sayang suami kepada istrinya.

Batik ini dibuat sekitar tahun 1749-1788 M oleh seorang permaisuri bernama Ratu Kencono. Saat itu, Ratu yang merupakan permaisuri Paku Buwono III merasa diabaikan oleh suaminya yang lebih sibuk memperhatikan selirnya yang baru.

Suatu malam, Ratu terpana melihat langit malam yang bertabur indahnya bintang. Aroma bunga tanjung yang berjatuhan dihalamannya pun menyempurkan pemandangan malam ketika itu. Dari situ, Sang Ratu mendapatkan ide untuk membuat sebuah motif batik yang indah.

Dengan kesibukannya yang baru, Sang Ratu lambat laun dapat menyembuhkan hatinya yang luka. Namun siapa sangka, Raja yang awalnya lebih memerhatikan selir baru jatuh cinta kembali pada Ratu Kencono saat melihatnya sibuk membuat kain batik yang sangat indah.

Filosofi batik tantrum yang romantis, membuat motif batik ini biasanya digunakan oleh pengantin perempuan saat acara midodareni dan acara panggih. Juga digunakan oleh kedua orang tua mempelai saat resepsi pernikahan.

(Visited 239 times, 1 visits today)