Dosa Yang Mengintai Saat Anda Putihkan Gigi

8722 views

Dailymoslem Selain sulam alis yang membuat alis para wanita terlihat tebal secara alami ada juga veneer dan crown gigi yang sedang tren di kalangan selebritis tanah air. veneer pada awalnya hanya digunakan para pasien yang mengalami karies gigi yang dilakukan untuk mempertahankan gigi agar tidak mudah pecah. Namun belakangan ini veneer gigi malah jadi tren yang dilakukan untuk menunjang kecantikan seseorang.

Veneer adalah lapisan tipis yang ditempelkan secara permanen pada permukaan gigi. Proses penempelannya hampir mirip dengan pemasangan kuku palsu, bedanya veneer dilakukan pada gigi. Veneer dilakukan untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga didapatkan gigi putih yang bersih dan menutup renggang diantara jajaran gigi serta memperbaiki gigi yang patah atau keropos.

Sedangkan crown gigi adalah sarung yang berbentuk gigi yang dilapiskan ke atas gigi untuk mengembalikan bentuk, ukuran dan kekuatan gigi. Penggunaan crown gigi dilakukan untuk mengembalikan bentuk gigi yang tidak utuh yang disebabkan oleh karies, patah , terkikis atau sebab lainnya. Lalu bagaimana Islam memandang tren veneer dan crown gigi ini?

Apabila veneer dan crown digunakan sebagai pengobatan, seperti untuk menguatkan gigi yang terkena karies atau mengembalikan bentuk gigi yang patah karena kecelakaan maka veneer dan crown diperbolehkan berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abdurrahman bin Tharafah bahwa kakeknya ‘Arfajah bin As’ad terpotong hidungnya pada hari al Kulab lalu dia mengambil hidung perak namun ia menjadi busuk lalu Nabi saw memerintahkannya agar mengambil hidung emas.’

Namun, apabila veneer dan crown ini digunakan hanya untuk tujuan kecantikan yang nantinya malah akan jatuh pada hal tabarruj, maka jelas tidak diperbolehkan.  Rasulullah bersabda:

Aku melaknan wanita-wanita yang mengikir (gigi) agar lebih cantik dan wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah” ( HR. Muttafaq Alaih)

Firman Allah:

“…dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An Nisaa :119)

Bagi seseorang yang telah memakai crown untuk hal penyembuhan, maka jika ia meninggal crown tersebut tidak wajib untuk dilepaskan selama bahan yang digunakan adalah bahan yang suci dan tidak ada sedikitpun najis didalamnya.

(Visited 2,833 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]