Apakah Kosmetik Halal Itu Tidak Mengandung Alkohol?

1571 views

Dailymoslem – Semua orang saat ini sudah tidak bisa lepas dari kosmetika. Baik itu perempuan atau laki-laki. Kosmetika sendiri disini bukan hanya terdiri dari make-up atau perias muka seperti lipstik, bedak dan maskara. Sabun, deodorant dan parfum juga termasuk kosmetik. Lalu bagaimanakah pandangan Islam terhadap kosmetik yang mengandung alkohol? Apakah diharamkan memakai kosmetik yang beralkohol?

Alkohol dalam kosmetik berfungsi untuk melarutkan berbagai zat yang terkandung dalam kosmetik. beberapa obat yang terdapat dalam kosmetik tidak dapat laurt, kecuali menggunakan alkohol. Prof Zulies Ikawati, Pakar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebutkan bahwa keberadaan alkohol dalam kosmetik sangatlah dibutuhkan.

Kosmetik yang mengandung alkohol masih menuai banyak polemik diantara kalangan ahli fiqih. Mereka yang menyatakan haram berdasar kepada hadist Rasulullah SAW.

Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr hukumnya haram” (HR. Muslim)

Para ahli fikih tersebut tegas berpendapat bahwa pemakaian kosmetik yang mengandung alkohol sama saja dengan mengonsumsi khamr. Sebagian besar jenis produk kosmetik, terutama perawatan kulit akan diserap kulit melalui pori-pori dan akhirnya mengalir bersama darah. Begitupun dengan komsetik yang mengandung zat-zat yang diharamkan agama.

Adapun ahli fikih yang membolehkan memakai kosmetik beralkohol memiliki analogi bahwa senyawa alkohol tersebut bersifat mudah sekali menguap. Contohnya alkohol dalam parfum. Pada akhirnya hanya zat pengharum saja yang akan tertinggal, sedangkan alkohol yang terkandung akan menguap dalam beberapa waktu.

Seperti yang dikutip dari dakwatuna.com alkohol yang digunakan dalam kosmetik berbeda dengan yang digunakan untuk minuman keras. Bahkan rumus kimianya pun berbeda. Bahkan alkohol dalam kosmetik jika diminum akan menyebabkan kematian, karena fungsinya memang bukan untuk diminum seperti dalam khamr.

Ir Muti Arinta Msi, Wakil Direktur Lembaga Pangan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) menerangkan bahwa tidak seluruh jenis alkohol diharamkan. Hanya kosmetik yang mengandung alkohol jenis ethyl alcohol  yang dinilai haram. Alkohol jenis ini banyak digunakan pada lotion maupun parfum wanita. Zat alkohol tidak menguap dan dapat diserap oleh kulit.

Untuk menanggapi kosmetik haram tersebut, MUI menetapkan fatwa tentang kosmetik halal dalam sidang komisi fatwa 13 pada Juli 2013 lalu. Disitu disebutkan bahwa penggunaan kosmetik untuk kepentingan berhias hukumnya boleh, dengan syarat bahan yang digunakan halal, suci, ditujukan untuk kepentingan yang diperbolehkan secara syar’I, dan tidak membahayakan.

Kosmetik yang mengandung zat-zat haram dan penggunaannya untuk dikonsumsi atau dimasukan kedalam tubuh adalah haram. Namun, jika kosmetik yang digunakan di luar tubuh yang menggunakan bahan najis atau haram selain babi dan anjing diperbolehkan. Sayaratnya, harus bersuci setelah memakainya atau sebelum melakukan ibadah.

Menghindari kosmetik yang menggunakan alkohol memang agak sulit dilakukan, karena disebabkan oleh fungsi alkohol itu sendiri dalam kosmetik. Namun sekarang sudah banyak kosmetik yang sudah mendapat logo halal MUI dan itu pasti lebih aman untuk digunakan.

(Visited 1,366 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]