Antara Pakaian Syar’i Dan Najis Yang Mungkin Menempel

209 views Leave a comment
Antara Pakaian Syar'i Dan Najis Yang Mungkin Menempel

Dailymoslem – Menutup aurat merupakan kewajiban setiap muslim. Hal ini tentu saja untuk menjaga muslim itu sendiri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi kaum wanita yang seluruh tubuhnya merupakan aurat, kecuali telapak tangan dan wajah. Sehingga menutup aurat merupakan tindakan pertama yang dapat menjaga mereka dari kejahatan seperti pelecehan sexual.

Alhamdulillah, hingga sekarang kesadaran menutup aurat sudah banyak dimiliki kaum wanita Indonesia. Buktinya, model-model hijab sudah tumpah ruah membanjiri pasar. Meskipun lebih banyak model hijab berkategori modern, tapi model hijab syar’i pun masih mudah untuk dicari.

Tentunya, dengan booming-nya pakaian-pakaian muslim tersebut semakin memudahkan para wanita untuk menentukan pakaian yang sesuai dengandirinya atau sesuai dengan syariat agamanya. Namun, tetap saja jilbab yang paling benar adalah jilbab yang sesuai dengan syariat, yaitu yang tidak membentuk lekuk tubuh, tidak transparan, dan kerudung menutupi dada.

Masalah yang kerap kali muncul saat mengenakan pakaian syar’i tersebut adalah terjuntainya bagian bawah pakaian hingga menyapu jalan. Kondisi ini tentu saja tidak dapat menutup kemungkinan pakaian tersebut terkena najis yang ada dijalanan. Lalu sepanjang apa sebaiknya pakaian wanita dibuat?

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan mengenai bagian bawah pakaian, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah, “Lalu bagaimana dengan pakaian seorang wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia mengulurkannya satu jengkal,” Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkapSatu hasta saja dan jangan lebih dari itu,” jawab beliau. (HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih)

Perihal dimulainya jengkal tersebut, para ulama berbeda-beda pendapat. Akan tetapi, pendapat yang kuat -insya Allah- satu jengkal adalah diukur dari mata kaki. Karena inilah Ummu Salamah berkata, “Jika demikian, kedua kakinya masih tersingkap,” lalu Rasulullah memberikan keringanan dengan satu hasta.

Kemudian masalah najis yang kemungkinan tersapu oleh pakaian yang menjutai tersebut, Imam Malik berkata, “Sesungguhnya sebagian tanah membersihkan sebagian yang lain. Hal ini berlaku apabila kita menginjak tanah yang kotor, kemudian setelah itu menginjak tanah bersih dan kering, maka tanah yang bersih dan kering inilah yang akan menjadi pembersihnya. Adapun najis seperti air kencing dan semisalnya yang mengenai pakaian/ jasad maka harus dibersihkan dengan air.” Al Khathabi berkata. “Dan ummat sepakat dalam hal ini.”

Namun tentu saja hal ini hanya khusus untuk najis kering, sehingga najis basa seperti air kencing atau air yang telah tercampur darah atau bangkai harus dicuci hingga bersih.

Hal lain yang bisa dilakukan oleh wanita adalah dengan menggunakan kaos kaki untuk menutup aurat pada kaki. Jika hal ini dilakukan, Syaikh al-Albani mengatakan jika hal ini dilakukan maka wanita tidak perlu memanjangkan pakaiannya hingga melebihi tanah, tapi cukup menutupi telapak kakinya (yakni panjangnya cukup sampai tanah saja).

Baca juga:

10 Mitos yang Salah Tentang Cewek Berhijab Di Seluruh Dunia

5 Langkah Merawat Hijab Agar Awet dan Tetap Nyaman Dipakai

Stephanie Kurlow, Gadis 14 Tahun Yang Sedang Berusaha Jadi Balerina Berhijab Pertama Di Dunia

Keren, Wanita Berhijab Pertama Di White House Ini Patahkan Isu Paksaan Berhijab Hanya Dalam 45 Detik

 

 

(Visited 225 times, 1 visits today)