Tabayyun Sebagai Langkah untuk Menghindarkan Kita dari Fitnah yang Keji

117 views Leave a comment
Tabayyun Sebagai Langkah untuk Menghindarkan Kita dari Fitnah yang Keji

Dailymoslem – Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, seingkali kita menemukan berita yang belum tentu kebenarannya di media sosial. Berita tersebut mungkin hanya berita ringan biasa bagi orang lain yang membacanya, tapi bisa menjadi berita yang merugikan bagi mereka yang terkait dan terkena fitnah dari berita tersebut.

Dalam menghadapi hal ini, umat Islam memiliki solusi tersendiri yaitu yang dinamakan dengan tabayyun, atau menanyakan kebenaran berita tersebut kepada yang bersangkutan sebelum menerimanya mentah-mentah. Sayang, kebanyakan orang justru lebih suka menerima berita bohong dibanding melakukan tabayyun terlebih dulu.

Hal ini juga disebutkan di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Wahai orang-orang yangberiman! Jika datang kepadamu orang yang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat [49]: ayat 6).

Dalam sejarah Islam, peristiwa fitnah ini juga pernah menimpa keluarga Rasulullah SAW akibat tidak dilakukannya tabayyun. Ketika itu, Sayyidah Aisyah, istri Rasulullah SAW ditufuh berselingkuh dengan salah satu sahabat Rasulullah, Shafwan bin Mua’tthal hingga kesehatan Aisyah menurun.

Beliau bertambah parah sakitnya setelah mengetahui bahwa yang menyebarkan fitnah tersebut adalah Misthah, pemuda yang selalu diberi kebaikan oleh ayahandanya, Abu Bakar. Padahal, Misthah tidak mengetahui apapun mengenai berita ini dan hanya mendengar saja tanpa bertabayyun. Peristiwa ini dikenal dengan Haditsul Ifki (berita bohong).

Mahasuci Allah yang membebaskan Aisyah dari tuduhan keji tersebut dengan diturunkannya ayat 11-12 dari surah An-Nur.

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” (An-Nur: 11-12)

Dengan turunnya ayat tersebut kita diperintahkan untuk meneliti kebenaran dari semua berita atau kabar yang kita dengar, agar kita terhindar dari fitnah dan berita yang tidak benar.

Manfaat dan keutamaan dari tabayyun antara lain adalah agar kita tidak merugikan dan menuruh orang lain secara materi maupun nonmateri, juga agar tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak menanggung malu di kemudian hari karena kabar yang kita sebarkan itu tidak benar.

Hal ini bisa kita mulai dengan langkah kecil seperti tidak menyebarkan berita yang kita temukan di media sosial jika kita belum yakin akan kebenaran berita tersebut, meskipun berita tersebut terasa begitu menarik.

(Visited 150 times, 1 visits today)