Pesan Rasulullah: Kucing Adalah Perhiasan Rumah Tangga yang Dianggap Suci

791 views
Pesan Rasulullah: Kucing Adalah Perhiasan Rumah Tangga yang Dianggap Suci

Dailymoslem – Kucing merupakan salah satu hewan yang paling disayangi Rasulullah. Beliau memiliki seekor kucing bernama Mueezza yang sangat disayanginya. Beliau selalu menggendong kucing tersebut saat menemui tamu-tamunya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Bagi Rasulullah, kucing adalah perhiasan rumah tangga, ia adalah hewan yang berkeliling di dalam rumah dan tidak najis.

Bahkan, Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa kucing adalah binatang yang suci, sisa makanannya bisa kita makan karena kucing tidak najis. Selain itu, air yang terkena air liur kucing juga suci dan boleh digunakan untuk wudhu.

Sisa Makanan Kucing Suci Hukumnya

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Air Bekas Liur Kucing Boleh Digunakan untuk Berwudhu

Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

(Visited 1,090 times, 1 visits today)