Perbedaan Kisah Nabi Adam Dan Hawa Di Al-Qur’an dan Al-Kitab

1349 views
adam hawa

Dailymoslem – Pada dasarnya, Al-Qur’an merupakan penyempurna dari kitab-kitab yang sebelumnya dibawa oleh para nabi, termasuk kitab injil yang dibawa oleh nabi Isa ‘alaihi Salam yang kini dikenal dengan nama Al-Kitab.

Di dalam Al-Kitab terdapat banyak kisah yang sama seperti kisah-kisah di dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah kisah tentang penciptaan manusia atau kisah Nabi Adam dan Siti Hawa.

Penciptaan Manusia

Di dalam Al-Qur’an, ada beberapa ayat yang menjelaskan mengenai penciptaan manusia, di antaranya:

“Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al-Hijr: 26)

“yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (Q.s. As-Sajdah: 7-8)

Dalam Al-Qur’an, diceritakan bahwa Allah menciptakan Adam dan Hawa, kemudian menyuruh mereka tinggal di surga.

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 33)

Berikut kisah tentang penciptaan manusia dalam Al-Kitab.

Lalu TUHAN Allah berkata, “Tidak baik manusia hidup sendirian. Aku akan membuat teman yang cocok untuk membantunya. Maka Ia mengambil sedikit tanah dan membentuk segala macam binatang darat dan binatang udara. Semuanya dibawa Allah kepada manusia itu untuk melihat nama apa yang akan diberikannya kepada binatang-binatang itu. Itulah asal mulanya binatang di darat dan di udara mendapat namanya masing-masing.Demikianlah manusia itu memberi nama kepada semua binatang di darat dan di udara. Tetapi tidak satu pun di antaranya bisa menjadi teman yang cocok untuk membantunya. Lalu TUHAN Allah membuat manusia tidur nyenyak, dan selagi ia tidur, TUHAN Allah mengeluarkan salah satu rusuk dari tubuh manusia itu, lalu menutup bekasnya dengan daging. Dari rusuk itu TUHAN membentuk seorang perempuan, lalu membawanya kepada manusia itu. Maka berkatalah manusia itu, “Ini dia, orang yang sama dengan aku–tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Kunamakan dia perempuan, karena ia diambil dari laki-laki.” (Genesis 2: 18-23)

Sedangkan dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia awalnya diciptakan sendiri, kemudian Allah menciptakan isterinya dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa: 1)

Dari sini, kita bisa lihat bahwa perencanaan Allah dalam Al-Qur’an lebih matang daripada perencanaan dalam Al-Kitab. Allah memang sudah merencanakan untuk menciptakan laki-laki dan perempuan sejak awal.

(Baca juga: Aktivitas Sehari-Hari Rasulullah dan Cara Pengamalannya)

(Next: Makan Buah Khuldi)

(Visited 1,626 times, 5 visits today)