Pandangan Islam Terhadap Kewajiban Memberi Nafkah Kepada Orang Tua Setelah Menikah

176 views Leave a comment
Pandangan Islam Terhadap Kewajiban Memberi Nafkah Kepada Orang Tua Setelah Menikah

Dailymoslem – Kita semua setuju bahwa berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap anak. Dari sejak kecil, orang tua lah yang menjaga, mendidik, memenuhi kebutuhan dan memberikan keamanan serta kenyamanan. Maka tidak berlebihan jika anak wajib berbakti dan membahagiakan kedua orang tuanya, ketika sudah dewasa.

Mungkin saat masih singel, perkara berbakti kepada orang tua tidak menjadi sebuah kesulitan. Memberikan sejumlah uang bulanan hingga hadiah-hadiah, masih menjadi keputusan tunggal kita. Berbeda ketika sudah menikah, pendapatan setiap bulan dianggarkan untuk hal-hal baru. seperti menyicil rumah, kesehatan anak, kesehatan istri dan kebutuhan keluarga lainnya. Lalu apakah meberi uang atau nafkah pada orang tua masih diwajibkan?

Keadaan sebuah keluarga tentulah berbeda-beda. Ada yang diberikan rezekiĀ berlebih ada juga yang sekedar menutupi kebutuhan dalam sehari. Tentunya semua tidak masalah, asalkan rezeki tersebut digunakan untukĀ bertahan hidup bukan untuk gaya hidup.

Nah, untuk masalah memberikan nafkah kepada orang tua tentunya dikembalikan pada kesanggupan masing-masing. Apabila, pendapatan masih cukup untuk memberikan nafkah kepada orang tua – dalam hal berbakti – maka dianjurkan. Apalagi jika orang tua kita sudah tidak bekerja dan tentunya tidak memiliki pendapatan.

Apabila pendapatannya pas-pasan. Maka yang harus dilakukan adalah menganggarkan pendapatannya untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan biaya sekolah. Jika ada lebih, alangkah lebih baiknya diberikan kepada orang tua dari pada memenuhi nafsu untuk membeli barang-barang mewah.

Tentunya dalam hal ini seorang istri harus paham bahwa yang berhak terhadap suaminya adalah Ibunya. Maka mudahkan lah jalannya untuk membahagiakan orang tuanya. Demikian pula dengan sang suami, ia harus mengerti bahwa istrinya pun memiliki orang tua yang harus ia bahagiakan. Maka berusahalah untuk selalu membahagiakan keduanya dengan adil.

Dalam sebuah hadits Sahih Riwayat Muslim, dikatakan bahwa Aisyah RA. bertanya pada Rasulullah, “Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya (apabila sudah menikah).”

Aisyah RA bertanya lagi, “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya.” (HR. Muslim)

Suatu hari datang seorang laki-laki pada Rasulullah, ia berkata, “Yaa Rasulullah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan harta saya itu?” Rasulullah menjawab, “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibnu Majah dan Ath Thabrani)

Kesimpulannya adalah, membahagiakan orang tua adalah hal yang wajib dilakukan seorang anak. Apabila tidak sanggup membahagiakannya dengan materi, maka bahagiakan mereka dengan akhlak yang baik.

Baca juga:

Beginilah Cara Islam Mengenai Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Wafat

3 Hal yang Membuat Seorang Ibu Memiliki Keutamaan Dalam Islam

Buat Ibu Bahagia, Siap-Siap Mendapatkan 3 Keutamaan Ini

(Visited 244 times, 1 visits today)