Meski Hanya Seorang Buruh Cuci, Ibu Ini Bisa Sekolahkan Anak Hingga S3

81 views Leave a comment
Meski Hanya Seorang Buruh Cuci, Ibu Ini Bisa Sekolahkan Anak Hingga S3

Dailymoslem – Bagi seorang ibu, apapun akan dilakukan demi semua kebutuhan anak terpenuhi. Hal inilah yang terjadi pada Yuniati, wanita berusia 49 tahun asal Bantul, Yogyakarta ini mau melakukan apa saja agar kebutuhan pendidikan anak-anaknya terpenuhi, dilansir dari kompas.com.

Satya Candra Wibawa Sakti (29), putra pertama dari Ibu Yuniati saat ini tengah menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Sedangkan putri keduanya, Oktaviana Ratna Cahyani (27) telah lulus dari Universitas Bethesda dan saat ini bekerja di Rumah Sakit Harjo Lukito.

Jika dibayangkan dengan logika, pendapatan Ibu Yuniati yang hanya berkisar Rp. 250.000 per bulan mungkin tak mungkin untuk dapat menyekolahkan kedua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Namun, nyatanya Yuniati mampu melakukannya.

Bekerja menjadi buruh cuci sejak tahun 1995, Yuniati bertekad untuk melakukan apa saja asalkan kedua anaknya dapat menempuh pendidikan tinggi. Ia tidak ingin kedua anaknya mengalami nasib serupa dengan dirinya.

“Saya tidak ingin anak-anak saya hidup seperti ini. Saya ingin mereka bisa hidup enak,” ujar Yuniati pada Kompas.

Berkat kegigihannya, Sakti akhitnya berhasil menempuh pendidikan hingga kuliah S-1 di jurusan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sakti kemudian melanjutkan S-2 di jurusan Kimia UGM pada tahun 2008, dan kini sedang menempuh pendidikan S-3 di Universitas Hokaido, Jepang.

Namun, Yuniati hanya membiayai Sakti sampai S-1 karena Sakti selalu mendapatkan beasiswa untuk jenjang S-2 dan S-3 nya. Uang kuliah Sakti setiap semesternya adalah Rp. 4 juta, dan Yuniati hanya membayar setengahnya karena setengahnya lagi dibantu Dinsos.

Sedangkan untuk biaya kuliah putri keduanya, Yuniati harus membayar Rp. 2jutaan per bulan, biaya asrama Rp. 600.000 dan Rp. 90.000 untuk satu mata kuliah.

“Kalau dipikir, ya bisa gila bayar sebanyak itu, tetapi harus dijalani,” ujarnya.

Untuk membayar biaya tersebut, Yuniatipun harus berhutang kepada beberapa bank. “Semua bank sudah saya coba, mulai dari yang bunganya besar sampai yang kecil. Ini demi masa depan anak,” ucap dia.

Bahkan, sampai saat ini Yuniati masih memiliki Rp. 30 jutaan hutang ke berbagai bank. Namun, Yuniati tidak menceritakan hal tersebut kepada anaknya. Namun, Yuniati merasa sedikit ringan untuk mencicil hutang saat ini karena kedua anaknya sudah mampu untuk menghidupi diri sendiri.

Utang ini pun ditanggungnya sendiri. Dia tidak menceritakan usahanya itu kepada kedua buah hatinya. “Saya saja yang tahu, biar mereka konsentrasi belajar saja,” ujar dia.

Gusti ora bakal maringi cobaan ngluwihi kemampuan umatnya (Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya),” ucapnya mengakhirir wawancara dengan Kompas.

(Visited 158 times, 1 visits today)