Masihkah Kita Memikirkan Tentang Kesucian Harta Yang Didapatkan?

778 views

Dailymoslem –  Sebagai seorang muslim yang beriman, pastinya kita selalu memperhatikan sumber pendapatan yang kita terima. Apakah dari sumber yang halal atau malah dari sumber yang tidak halal sama sekali. Karena jika ada sesuatu yang tidak halal termakan, maka akan terus melekat dalam daging kita.

Sayangnya, di zaman yang semerawut seperti sekarang ini, banyak sekali orang yang tidak peduli lagi tentang sumber pendapatnnya. Yang penting bagaimana perut ini terisi. Astagfirullah. Imam Bukhari pernah menceritakan dalam sebuah riwayatnya, bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam  pernah memprediksi bahwa,

Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.”

Ada sebuah cerita yang luar biasa, tentang seorang perempuan muda yang menangis dan mencurahkan isi hatinya pada Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani (Imam Hambali). Perempuan tersebut tengah dihantui perasaan bersalah atas sikap yang telah dilakukannya.

Perempuan muda tersebut adalah seorang pemintal benang. Ia terpaksa melakukannya arena sang suami yang menjadi tulang punggung keluarga telah meninggal dunia. Sehingga untuk bertahan hidup ia mengandalkan profesinya sebagai pemintal benang.

Setiap malam ia memintal benang, dan disiang harinya ia menjualnya ke pasar. Malangnya, karena peralatan yang sangat terbatas ia tetap tidak bias membuat benang terlalu banyak dan akhirnya melarat dalam pekerjaan ini. Untuk memintal benang saja, ia harus menunggu bulan purnama karena tidak memiliki alat penerangan sama sekali.

Suatu hari, ada serombongan khalifah yang bermalam tepat dipinggir gubuknya. Para khafilah tersebut membawa alat penerangan yang akhirnya membuat gubuk perempuan muda menjadi lebih terang dari biasanya. Karena senang, si perempuan muda tersebut memintal benang dibantu oleh penerangan yang dibawa khafilah tersebut. Namun ia lupa untuk meminta izin pada para khafilah untuk menggunakannya.

Sambil menceritakan kegundahan hatinya tersebut, ia menangis di depan Imam hambali. “Apakah hasil penjualan benang yang saya pintal di bawah cahaya lampu khafilah itu halal untuk saya gunakan?” Tanya perempuan muda sambil terisak-isak.

Mendengar pertanyaan tersebut, Imam Hambali menatap kosong perempuan muda seraya mencucurkan air matanya. Imam Hambali, seorang pendiri mahzab fiqih Hambali ini keheranan masih ada seorang yang sungguh jujur ditengah mayoritas masyarakat yang serakah terhadap dunia.

Lalu, termasuk kemanakah kita?

 

(Visited 678 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]