Kisah Muezza, Kucing Kesayangan Rasulullah yang Suka Menirukan Suara Adzan

1042 views
Ini Alasan Kenapa Rasulullah Menganggap Kucing sebagai Binatang yang Suci

Dailymoslem – Kucing merupakan salah satu hewan yang memiliki tempat yang istimewa dalam Islam, karena kucing merupakan hewan peliharaan yang amat disayangi Nabi Muhammad SAW. Bagi Rasulullah, kucing adalah perhiasan rumah tangga yang tidak najis dan harus disayangi. Diriwayatkan bahwa Rasulullah memiliki seekor kucing yang dinamainya Mueezza.

Salah satu hal yang paling disukai Rasulullah dari Muezza adalah kucing ini selalu mengeong ketika mendengar suara adzan. Suaranya terdengar seperti mengikutin lantunan adzan, Mueezza mengikuti setiap lantunan ayat yang dikumandangkan Bilal.

(Baca juga: Baca Karakter Kucing Berdasarkan Bentuk Wajahnya)

Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak disangka-sangka, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya agar tidak mengganggu hewan kesayangannya tersebut.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

(Baca juga: Kisah Kucing yang Terlahir dengan Keadaan Cacat)

Nabi Muhammad sangat menyayangi kucingnya ini, beliau selalu menggendong Mueezza dan menaruhnya di pahanya. Bahkan ketika sedang menemui tamu-tamunya, tak jarang Rasulullah juga menemui mereka sambil menggendong dan mengelus-elus Mueezza, sehingga para sahabatnya tahu betul bahwa Rasulullah sangat menyayangi Mueezza. Nabi selalu berpesan pada sahabat-sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaan seperti menyayangi keluarga sendiri. Nabi juga selalu memperingatkan bahwa mereka yang menyiksa hewan, terutama kucing, akan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

(Visited 2,047 times, 1 visits today)