Keutamaan Dan Tata Cara Puasa Syawal

327 views Leave a comment
beautiful-mosque-photo-730x400

Dailymoslem – Melanjutkan puasa Ramadhan dengan berpuasa enam hari dibulan Syawal memang memiliki keutamaan. Salah satunya adalah diganjar dengan pahala yang sama dengan puasa satu tahun lamanya.

Sayangnya, banyak orang khususnya wanita yang kadang tidak memiliki waktu yang cukup untuk menuntaskan puasa Syawal tersebut. Entah karena haid dan ada kewajiban menyelesaikan qadha puasa Ramadhan ataupun udzur, sehingga tidak sempat berpuasa enam hari ataupun tidak genap berpuasa enam hari.

Lalu, bolehkan menggenapkan puasa Syawal di bulan lain?

Seorang muslimah bertanya mengenai hal ini kepada Syaikh Muhamad bin Shalih Al Munajjid, seorang ulama yang mengamalkan ilmu pengetahuannya. Beliau menjawab,

Karunia dari Allah itu luas dan pemberian Allah itu tidak berujung. Andaikan saudari ini berpuasa dua hari di bulan Dzulqa’dah untuk mengganti yang terluput di bulan Syawal maka itu hal yang baik. Dan semoga ia mendapatkan pahala dan ganjaran (puasa Syawal dengan sempurna), insya Allah”

Selain itu, para ulama telah membahas mengenai puasa Syawal yang dilakukan dibulan lain seperti Dzulqa’dah yang dikarenakan udzur ataupun tidak. Kesimpulannya ada tiga pendapat yang diungkapkan oleh para ulama. Ketiga pendapat tersebut adalah:

Memiliki keutamaan yang sama dengan puasa enam hari di bulan Syawal

Pendapat ini diungkapkan oleh mayoritas mahzab Maliki dan sebagian Hambali. Al-Adawi berkata,

Pembuat syariat menyebutkan kata ‘Syawal’ dalam rangka meringankan bukan mengkhususkan hukumnya.” (Syarh Al-Kharsy 2/243)

Puasa enam hari Syawal bisa dilakukan setelahnya. Namun pahalanya tidak seperti keutamaan puasa enam hari Syawal

Pendapat ini dikemukakan oleh mayoritas mahzab Syafi’i. Diperbolehkan mengqhada puasa enam hari dibulan Syawal pada bulan selanjutnya seperti Dzulqa’dah. Namun, pahalanya tidak sama dengan saat berpuasa enam hari dibulan Syawal.

Tidak bisa diqhada pada bulan setelahnya. Keutamaan puasa enam hari Syawal hanya berlaku pada bulan Syawal saja

Pendapat ini dikemukakan oleh mayoritas mahzab Hambali.

Tidak mendapatkan keutamaan puasa enam hari Syawal pada bulan selain Syawal, ini adalah dzahir dalil.” (Kasyful Qina, 2/338)

(Visited 207 times, 1 visits today)