Jika 2 Ciri Ini Anda Rasakan, Berarti Allah Telah Mengendaki Kebaikan Pada Diri Anda

97 views Leave a comment
Jika 2 Ciri Ini Anda Rasakan, Berarti Allah Telah Mengendaki Kebaikan Pada Diri Anda

Dailymoslem  – Setiap orang pasti menginginkan kebaikan meliputi dirinya. Maka dari itu, berduyun-duyun manusia berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk selalu memberikannya kebahagiaan di dunia serta di akhirat. Tak sedikit juga yang menambahkan doa-doa tersebut dengan amalan sunnah yang lain. Seperti tahajud, shalat dhuha dan juga dua rakaat sebelum shalat subuh.

Namun, adakah ciri bahwa Allah menghendaki kebaikan pada diri kita? 

Orang-orang yang diberikan kebaikan pada dirinya ternyata memiliki ciri pada prilaku dan tindakannya. Prilaku akan selalu menghantarkan orang dengan kebaikan untuk selalu ada dalam jalan Allah yang lurus. Dalam kitab Al-Wabilush Shayyib, Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah  mengatakan,

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan bukakan untuknya pintu perendahan diri, perasaan tidak berdaya, selalu bersandar hatinya kepada Allah Ta’aladan terus-menerus merasa butuh kepada-Nya. Ia memeriksa aib-aib dirinya, kebodohan yang ada padanya dan kezalimannya. Di samping itu, ia menyaksikan dan menyadari betapa luas karunia, ihsan, rahmat, kedermawanan, dan kebaikan Rabbnya serta kekayaan dan keterpujian diri-Nya. Oleh karena itu, orang yang benar-benar mengenal (Allah) akan meniti jalannya menuju kepada Allah di antara kedua sayap (sikap) ini. Dia tidak mungkin meniti jalan hidupnya (dengan baik) kecuali dengan keduanya. Ketika salah satu dari kedua belah sayap itu hilang, maka dia bagaikan seekor burung yang kehilangan salah satu sayapnya” 

Orang-orang yang Allah kehendaki dengan kebaikan dalam hidupnya akan senantiasa memiliki sifat selalu mengingat-ingat karunia Allah atau disebut juga dengan  musyahadatul minnah dan juga selalu memeriksa aib diri dan amalnya atau muthola’atu ‘aibin nafsi wal ‘amal. 

Rasululllah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu,” antara(sikap) senantiasa mengingat-ingat karunia Allah (musyahadatul minnah) dan (sikap) selalu memeriksa aib diri dan amalnya (muthola’atu ‘aibin nafsi wal ‘amal). (Shahih Al-Wabilush Shayyib)

Baca juga:

Manusia Paling Lemah Menurut Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Hati-Hati Potongan Rambut Ini Di Larang Rasulullah

6 Cara Menyembuhkan Sakit Hati ala Rasulullah

 

(Visited 304 times, 3 visits today)



RELATED ITEMS